Translate

My photo
Ini hanya celotehan ga penting tentang nikmat hidup yang Tuhan berikan buat saya.

Friday, January 01, 2016

Selamat Tahun Baru 2016

2016
Ga kerasa udah masuk 2016 aja nih dan selama 2015 ga banyak posting diblog...sibuuuukkkkk *padahal males nulis* makin basi aja deh tuh cerita perjalanan saya yang masih lumayan banyak tersimpan di file.  Memasuki tahun baru tentunya banyak harapan-harapan baru yang muncul meskipun yang tahun 2015 juga masih banyak banget mimpi yang belum kecapai. Jujur aja 2015 itu buat saya pribadi banyak hal yang tidak menyenangkan mampir di kehidupan saya.  

Dimulai dari pergantian pimpinan yang super baik pinter dan ga pelit diganti dengan pimpinan yang aduh maap ni ya kalau saya bilang b***h dan pelitnya tingkat dewa, sampai akhirnya saya memutuskan untuk pindah jalur karir saking ga kuat sama kebo*ohan dan kebe*oannya itu, bukan berarti saya merasa pinter tapi buat saya seorang pemimpin itu harus bisa mengontrol mengawasi dan mengarahkan anak buahnya dalam melakukan pekerjaan supaya target tercapai. Alhamdulilah kepindahan saya dilancarkan meskipun was-was pendapatan berkurang karena ngga bisa lagi terima honor-honor dari perkerjaan lain.

Kemudian, berita dari kantor bebo yang bikin agak lemes yaitu pengurangan salary 15% gara-gara minyak dunia terus turun yang bikin kita harus mendelet beberapa kebutuhan supaya bisa PAS  tapi masih bersyukur punya pekerjaan daripada beberapa temennya yang dirumahkan. 

Selanjutnya yang menyedihkan adalah kehilangan tiara, burung betmen kesayangan kami yang jinak, burung yang pertama kali bikin saya jatuh hati sama jenis lovebird, mati yang penyebabnya entah kenapa. Dan yang PALING MENYEDIHKAN adalah kehilangan seorang ibu, orang yang selalu peduli dan selalu menjadi penolong disaat saya susah.

Itu sekilas kesedihan saya di tahun 2015 dan sebenarnya masih banyak lagi tapi ngga terlalu berpengaruh, ngga bikin stres tingkat dewa.

Nahhh harapan saya di 2016 ngga banyak-banyak, semoga segala kesedihan ditahun lalu terganti menjadi kebahagian kesuksesan dan keberuntungan ditahun yang akan datang, aamiin.






READ MORE - Selamat Tahun Baru 2016

Sunday, November 29, 2015

ikan salem bumbu kuning

Dapet ikan salem dan ikan tongkol lumayan banyak dari nelayan di Tangerang, setelah berbagi dengan tetangga deretan rumah, sisanya saya coba olah

Seperti biasa resep yang saya bagi bukan buat yang pinter masak tapi yang masih belajar masak seperti saya dan ngga banyak pake bumbu-bumbu

Bahan :
2 ikan salem potong 2 atau 3, yang ngga suka kepala bisa dibuang kepalanya
3 bh kunyit ukuran 10 cm
Bawang merah
Cabe rawit

Cara masak :
Kunyit, bawang merah, cabe rawit di tumbuk halus.
Panaskan minyak goreng lalu masukan bumbu halus sampai wangi.
Masukan ikan dan goreng sebentar bersama bumbu lalu masukan air.
Masak ikan sampai airnya megental.

Cuma butuh waktu 15 menit

READ MORE - ikan salem bumbu kuning

Saturday, September 19, 2015

Jamur saos tiram

Hi ! Masih dari dapur rumahan dimana chefnya masih belajar masak dan moodnya naek turun. INGAT ! postingan resep saya bukan buat yang sudah jago masak loh ;)
Ada resep praktis cuma 5 menit selesai ga pake ribet dan bikin berantakan dapur, cocok buat wanita karir yang kalau pagi sebelum berangkat kerja pasti sibuk nyiapin segala kebutuhan anak dan suami, buat yang baru belajar masak kaya saya juga ngga susah.
Yang dibutuhkan :
Jamur (jenis apa aja bisa, saya pake jamur tiram)
Bakso
Bawang putih
Bawang merah
Daun bawang
Cabe merah
Saos tiram
Kecap asin (ga pake juga gpp)
Gula
Garam
untuk takaran sih, saya biasanya sesukanya saja karena bawang-bawangan sebenernya bukan buat menyedapkan rasa tapi biar beraroma,  rasa itu tetep dari gula dan garam, kalau yang seneng gurih bisa pakai penyedap atau kecap asin *menurutsayaloh*
Caranya :
Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, masukkan irisan cabe, aduk hingga layu.
Masukkan bakso (yang sudah direbus terlebih dahulu) dan jamur, aduk rata, masukkan saus tiram dan bahan-bahan lainnya, cicipi sesuai selera, angkat dan sajikan.
Ga usah dikasi air karena dari jamurnya sendiri sudah mengeluarkan air kecuali kalau ngga dicuci.
Bakso saya rebus dulu sambil nyiapin bahan lainnya, supaya saat disatukan dengan jamur, masaknya jadi ngga terlalu lama biar jamur ngga berasa lembek.
Selamat mencoba ya buat yang masih belajar ke dapur.
READ MORE - Jamur saos tiram

Friday, August 14, 2015

Sesaat di Kota Medan

Rombongan sampai di Kota Medan malam hari, badan sudah sangat lelah setelah menempuh perjalan an dari Parapat, jadi ngga berminat buat menikmati kehidupan malamnya orang Medan, langsung check in saja ke hotel untuk istirahat.

Pagi hari selesai sarapan, kami sudah harus check out karena masih ada satu tempat yang akan dikunjungi yaitu Istana Maimun,  sebuah warisan peninggalan dari Kesultanan Deli terletak di Jalan Brigadir Katamso. Istana ini merupakan kebanggaan suku Melayu yang ada di Medan, warna yang mendominasi bangunan istana adalah kuning, warna khas suku Melayu. Dibangun di atas tanah seluas 2.772 m2 pada masa kejayaan Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Bangunannya menunjukan adanya pengaruh dari budaya Eropa dan Timur Tengah. Pengaruh Timur Tengah terlihat dalam bentuk kurva di beberapa bagian atap istananya. Sedangkan pengaruh Eropa bisa dilihat pada perabotan istana, ukuran jendela yang lebar dan tinggi, pintu bergaya Spanyol dan marmer yang ditulis dengan huruf latin dalam bahasa Belanda. Fungsi istana lebih dari sekedar sebagai pusat pemerintahan kerajaan tapi juga merupakan pusat budaya serta adat melayu hingga pusat dakwah agama Islam. Bangunan bersejarah ini terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
istana maimun dulu dan sekarang
singgasana Raja
disediakan penyewaan pakaian adat buat narsis, bisa ikutan nari juga saat ada pertunjukan musik melayu kaya temen kita satu ni ;)
Sebelum menuju Polonia, kami minta ke ito guide supaya diturunkan sebentar untuk menikmati Kota Medan, dengan waktu yang singkat tidak banyak tempat yang bisa kita lihat, hanya sekitaran foodcourt yang katanya tempat nongkrong anak-anak muda Medan.

Horas Medan !
Selesai sudah trip singkat saya di Sumatera Utara, meskipun kota impian *Brastagi* belum bisa dijelajahi, baru bisa dilewati saja tapi perjalanan ini tetep membawa kenangan indah.
Makasih ya beboku cayang <3 :* 



READ MORE - Sesaat di Kota Medan

Menuju kota termahal di Indonesia versi monopili

Setelah bermalam didanau toba, saatnya kita kembali ke Medan menggunakan bis dengan arah yang berbeda, waktu berangkat kita kan lewat Pematang Siantar nah sekarang pulangnya lewat Simajarunjung dan Brastagi. Brastagi ??? :O awwww kota yang paling saya suka kalau lagi maen monopili, harganya paling mahal dan bisa bikin kaya =))

Jalan dari Parapat menuju Brastagi ngga terlalu besar, berbelok-belok dan nanjak tapi mata kita ngga akan dibuat bosan karena pemandangannya bagus. Sepanjang perjalanannya saya merasa ngga keluar-keluar dari wilayah Danau Toba yaiyalah wong panjangnya Danau Toba itu kurleb 100 km terbesar di Asia Tenggara. Masuk dari satu perkampungan ke perkampungan lain, melewati hutan dan perkebunan.

Bis berhenti di Simajarunjung untuk istirahat makan siang dan sholat, tempat ini berada di perbukitan jadi sudah pasti hawanya sejuk banget, Danau Toba pun tampak lebih keren dilihat dari bukit ini, terlihat sangat tenang dan merilekskan mata. Biasanya kalau hawa dingin bikin kita pengen makan terus ini dibuktikan setelah kita makan siang dan ngemil pisang bakar ehhhh dilanjut makan bakso sambil duduk-duduk dirumput, sambil liat pasangan muda mudi dipojokan atau dibalik pohon =))


Istirahat selesai, sebelum sampai di Brastagi kami mampir dulu ke air terjun tertinggi di Indonesia yaitu Air Terjun Sipiso-piso, terletak di Desa Tongging yang memiliki ketinggian kurleb 120 m, dilihat dari kejauhanpun ni air terjun bisa terlihat jelas keindahannya. Tempatnya berada disebuah lubang besar yang dikelilingi oleh hutan pinus, untuk mencapai tempat ini harus menuruni anak tangga yang sepertinya jumlahnya ratusan dan katanya bisa memakan waktu 1 jam  :O X_X :& ngebayanginnya aja saya udah ngga mampu, lebih baik menikmati dari kejauhan saja. Ternyata yang lain juga sama, tidak ada yang tertarik untuk turun =)) kami puas-puasin berfoto di bukitnya saja dengan background Danau Toba yang selalu pasti tetap indah dari arah manapun kita lihat. Meskipun cuma foto-foto doang ternyata kita menghabiskan waktu cukup lama juga, saking betahnya manjain ni mata sampai si ito guide berulangkali ngingetin waktu sudah habis.

Air Terjun Sipiso piso
kalau turun pasti bakal jauh lebih keren, dari jauh aja udah wow
Danau toba dari bukit desa Tongging
Perjalanan kembali dilanjutkan menuju Brastagi tapi sungguh sangat disayangkan, kami tidak bisa menjelajah lebih jauh kota impian saya ini karena hari sudah menjelang sore *kelamaan di air terjun*, cuma mampir di pasar buah dimana jeruk medanpun tidak terlihat :'( ngga ada yang bisa kita nikmati disini....aaarrggghhhh kecewa sangat dan langsung cusssss ke Medan saja
kalau begitu.


READ MORE - Menuju kota termahal di Indonesia versi monopili
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...