Translate

My Photo
Ini hanya celotehan ga penting tentang nikmat hidup yang Tuhan berikan buat saya.

Friday, August 14, 2015

Sesaat di Kota Medan

Rombongan sampai di Kota Medan malam hari, badan sudah sangat lelah setelah menempuh perjalan an dari Parapat, jadi ngga berminat buat menikmati kehidupan malamnya orang Medan, langsung check in saja ke hotel untuk istirahat.

Pagi hari selesai sarapan, kami sudah harus check out karena masih ada satu tempat yang akan dikunjungi yaitu Istana Maimun,  sebuah warisan peninggalan dari Kesultanan Deli terletak di Jalan Brigadir Katamso. Istana ini merupakan kebanggaan suku Melayu yang ada di Medan, warna yang mendominasi bangunan istana adalah kuning, warna khas suku Melayu. Dibangun di atas tanah seluas 2.772 m2 pada masa kejayaan Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Bangunannya menunjukan adanya pengaruh dari budaya Eropa dan Timur Tengah. Pengaruh Timur Tengah terlihat dalam bentuk kurva di beberapa bagian atap istananya. Sedangkan pengaruh Eropa bisa dilihat pada perabotan istana, ukuran jendela yang lebar dan tinggi, pintu bergaya Spanyol dan marmer yang ditulis dengan huruf latin dalam bahasa Belanda. Fungsi istana lebih dari sekedar sebagai pusat pemerintahan kerajaan tapi juga merupakan pusat budaya serta adat melayu hingga pusat dakwah agama Islam. Bangunan bersejarah ini terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
istana maimun dulu dan sekarang
singgasana Raja
disediakan penyewaan pakaian adat buat narsis, bisa ikutan nari juga saat ada pertunjukan musik melayu kaya temen kita satu ni ;)
Sebelum menuju Polonia, kami minta ke ito guide supaya diturunkan sebentar untuk menikmati Kota Medan, dengan waktu yang singkat tidak banyak tempat yang bisa kita lihat, hanya sekitaran foodcourt yang katanya tempat nongkrong anak-anak muda Medan.

Horas Medan !
Selesai sudah trip singkat saya di Sumatera Utara, meskipun kota impian *Brastagi* belum bisa dijelajahi, baru bisa dilewati saja tapi perjalanan ini tetep membawa kenangan indah.
Makasih ya beboku cayang <3 :* 



READ MORE - Sesaat di Kota Medan

Menuju kota termahal di Indonesia versi monopili

Setelah bermalam didanau toba, saatnya kita kembali ke Medan menggunakan bis dengan arah yang berbeda, waktu berangkat kita kan lewat Pematang Siantar nah sekarang pulangnya lewat Simajarunjung dan Brastagi. Brastagi ??? :O awwww kota yang paling saya suka kalau lagi maen monopili, harganya paling mahal dan bisa bikin kaya =))

Jalan dari Parapat menuju Brastagi ngga terlalu besar, berbelok-belok dan nanjak tapi mata kita ngga akan dibuat bosan karena pemandangannya bagus. Sepanjang perjalanannya saya merasa ngga keluar-keluar dari wilayah Danau Toba yaiyalah wong panjangnya Danau Toba itu kurleb 100 km terbesar di Asia Tenggara. Masuk dari satu perkampungan ke perkampungan lain, melewati hutan dan perkebunan.

Bis berhenti di Simajarunjung untuk istirahat makan siang dan sholat, tempat ini berada di perbukitan jadi sudah pasti hawanya sejuk banget, Danau Toba pun tampak lebih keren dilihat dari bukit ini, terlihat sangat tenang dan merilekskan mata. Biasanya kalau hawa dingin bikin kita pengen makan terus ini dibuktikan setelah kita makan siang dan ngemil pisang bakar ehhhh dilanjut makan bakso sambil duduk-duduk dirumput, sambil liat pasangan muda mudi dipojokan atau dibalik pohon =))


Istirahat selesai, sebelum sampai di Brastagi kami mampir dulu ke air terjun tertinggi di Indonesia yaitu Air Terjun Sipiso-piso, terletak di Desa Tongging yang memiliki ketinggian kurleb 120 m, dilihat dari kejauhanpun ni air terjun bisa terlihat jelas keindahannya. Tempatnya berada disebuah lubang besar yang dikelilingi oleh hutan pinus, untuk mencapai tempat ini harus menuruni anak tangga yang sepertinya jumlahnya ratusan dan katanya bisa memakan waktu 1 jam  :O X_X :& ngebayanginnya aja saya udah ngga mampu, lebih baik menikmati dari kejauhan saja. Ternyata yang lain juga sama, tidak ada yang tertarik untuk turun =)) kami puas-puasin berfoto di bukitnya saja dengan background Danau Toba yang selalu pasti tetap indah dari arah manapun kita lihat. Meskipun cuma foto-foto doang ternyata kita menghabiskan waktu cukup lama juga, saking betahnya manjain ni mata sampai si ito guide berulangkali ngingetin waktu sudah habis.

Air Terjun Sipiso piso
kalau turun pasti bakal jauh lebih keren, dari jauh aja udah wow
Danau toba dari bukit desa Tongging
Perjalanan kembali dilanjutkan menuju Brastagi tapi sungguh sangat disayangkan, kami tidak bisa menjelajah lebih jauh kota impian saya ini karena hari sudah menjelang sore *kelamaan di air terjun*, cuma mampir di pasar buah dimana jeruk medanpun tidak terlihat :'( ngga ada yang bisa kita nikmati disini....aaarrggghhhh kecewa sangat dan langsung cusssss ke Medan saja
kalau begitu.


READ MORE - Menuju kota termahal di Indonesia versi monopili

Wisata Sejarah di Pulau Samosir


Ini cerita perjalanan 3 tahun lalu X_X ga update bingit yaa...maklum orang sibuk beb :P dan sekarang lagi peralihan jabatan membuat saya punya waktu luang di kantor sampai jobdesk jelasnya sudah ada.

Berawal dari undangan sertijab pengurus APP-KIEC di Sumatera Utara, bebo sih tadinya ngga akan datang karena masih cape pulang umroh tapi saya rayu dia biar mau memenuhi undangan itu kan biar bisa sekalian ikut ;) padahal selain baru pulang umroh, saya juga baru pulang dari Korea, Surabaya dan Bali. Badan waktu itu emang berasa ngga ada capenya. Akhirnya rayuan saya berhasil \:D/ berangkat dari Jakarta hari sabtu pagi sampai di Parapat sore hari menjelang maghrib, hampir seharian. Dari Sukarno Hatta ke Polonianya sih sebentar tapi dari polonia ke parapat berjam-jam, katanya kalau ngga pake mampir-mampir bisa 5 jam. Sementara rombongan kami pakai bis besar yang banyak mampirnya, makan siang menghabiskan waktu 1,5 jam kemudian dibawa mampir ke tempat oleh-oleh juga hampir menghabiskan waktu 1 jam, maklum banyak ibu-ibunya. Sampai di Parapat langsung nyebrang menggunakan kapal feri menuju tempat menginap.

sampai di parapat langsung nyebrang ke samosir
sunset Danau Toba saat perjalanan menuju hotel
Hotel sapo toba adalah tempat kami menginap, lumayan nyaman, luaaassss, dan berbukit tapi kamarnya agak serem mungkin karena bangunannya udah tua. Beruntung saya dapat kamar diatas, jadi bisa menikmati pemandangan danau toba dari jendela kamar maupun teras. Malam hari acara sertijab dimulai, saya terpaksa ikut gabung sampai selesai meskipun bukan pengurus soalnya takut kalau dikamar sendirian, ya minimal jadi tukang fotonya bebo.

Hotel Sapo Toba di Pulau Samosir
Sertijab 2013-2016
Pagi hari udaranya berasa sejuk banget, semua anggota tubuh ini rasanya seperti dimanjakan, paru-paru diberi udara bersih, telinga disuguhkan kicauan burung, mata disegarkan pohon-pohon hijau dan sunrise...what a fresh morning !!! alhamdulilah akhirnya saya bisa menginjakkan kaki juga di Danau Toba bahkan bermalam di tengah-tengah danau, melebihi mimpi saya. Puas menikmati udara pagi diteras kamar, kami bersiap untuk check out dan melanjutkan tour di Pulau Samosir menggunakan kapal feri menuju desa Tomok dan desa Ambarita.

sunrise Danau Toba
Waktu berangkat dari Parapat menuju hotel, tidak ada kesempatan untuk menikmati keindahan danau toba karena matahari sudah mulai ditelan bumi, hanya bisa menikmati sunset dari kapal feri. Maka dari itu perjalanan menuju desa Tomok dan Ambarita kami pergunakan sepuasnya menikmati keindahan danau toba yang luaaarrrr biasaaa keren abis.




Peninggalan Raja Siallagaan

Masuk ke wilayah peninggalan Raja Siallagaan yang ada di desa Ambarita terdapat rumah adat batak, berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu, bangunannya ditopang tonggak-tonggak kayu yang berfungsi sebagai pilar utama, batang-batang kayu dibuat saling mengunci dengan pasak yang langsung dipahat pada bagian kayu, sehingga bangunan tersebut bisa berdiri dengan kokoh. Bagian depan rumah dihiasi ukiran yang disebut Gorga,  terdiri dari 3 warna yaitu putih, merah dan hitam. Terdapat berbagai ornamen seperti benda-benda khas antara lain ornamen yang dinamakan gaja dompak, singa-singa, pane nabolon dan dila paung, ornamen ini diyakini berfungsi untuk menangkal roh jahat atau gangguan ilmu gaib yang mau masuk kedalam rumah. Kemudian ada ukiran berbentuk payudara yang melambangkan kesuburan, kehidupan, kasih sayang dan kekayaan, dan ukiran binatang cicak yang merupakan simbol orang Batak, maknanya adalah diharapkan mampu hidup, menempel, merekat, merayap, menyelamatkan diri, bertahan dan mengecoh lawan dimanapun berada.




Bukti peninggalan sejarah lainnya adalah batu kursi yang ditempatkan pada dua lokasi sesuai dengan aturan dan fungsinya. Batu Kursi pertama berada di area rumah adat dibawah pohon kayu Habonaran, ditempatkan di tengah area sebagai tempat rapat-pertemuan Raja dan Ketua Adat untuk membicarakan berbagai peristiwa kehidupan warga, mensosialisasikan peraturan hukum adat-istiadat, juga menjadi tempat persidangan atau tempat mengadili sebuah perkara kejahatan seperti pembunuhan, pencurian, pemerkosaan dan sebagainya. Batu Kursi kedua terletak dibagian luar rumah adat, terdapat beberapa kursi untuk Raja, para Penasehat Raja, tokoh adat, dan masyarakat yang ingin menyaksikan pelaksanaan hukuman mati. Penjahat dibawa oleh hulubalang raja ke tempat eksekusi dengan mata tertutup menggunakan Ulos kemudian  ditempatkan diatas meja batu besar. Sebelum eksekusi dilaksanakan, eksekutor akan menanyakan permintaan terakhir dari sang penjahat, bila tidak ada, eksekutor akan menanggalkan semua pakaian dari tubuh penjahat dan mengikat tangannya ke belakang.

kursi batu yang ada didalam area rumah adat
kursi batu diluar area rumah adat
ini ito guide lagi demonstrasi pemenggalan kepala
Makam Raja Sidabutar
Selanjutnya menuju desa Tomok, terdapat makam Raja Sidabutar, masuk ke area makamnya diharuskan memakai kain ulos yang sudah disediakan, gratis tinggal pilih mau warna apa, ini dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada beliau. Penjaga makam mulai menerangkan, bahwa makam berupa peti batu yang bagian depannya dipahat seperti wajah manusia itu melambangkan Raja Sidabutar, dibelakangnya ada pahatan kepala manusia sedang duduk menunjukkan Boru Damanik yaitu permaisurinya, sementara pahatan dibawahnya merupakan Panglima Guru Saung Lang Meraji yang berhasil mendapatkan 2 ekor gajah untuk membayar mahar perkawinan Raja Sidabutar dengan Boru Damanik. Selain makan raja, juga  terdapat makam-makam keturunan dan ajudan Raja. 


Selain makam Raja, kita juga bisa menjumpai patung Sigale-gale yaitu sebuah boneka kayu yang bisa digerakkan untuk menari. Patung ini dibuat pertama kali atas perintah Tuan Rahat seorang raja kaya raya untuk mengenang Manggale yaitu anaknya yang pergi ke medan perang. Patung yang diberi nama sigale-gale ini kemudian ditempatkan di Sopo Balian, ketika Manggale meninggal patung sigale-gale dijemput untuk menari disamping jenazahnya. Mulai saat itu tarian patung sigale-gale selalu ada setiap seorang Raja kehilangan keturunannya dan sekarang sigale-gale juga menari buat pasangan yang belum mendapatkan keturunan. Sayangnya saya kurang beruntung tidak bisa nonton pertunjukan sigale-gale, pas nyampe, pertunjukannya baru selesai :( telaaattt ahh


Selesai wisata sejarahnya, langsung beredar cari oleh-oleh ;) kios-kios yang berjajar di kiri kanan jalan menjual aneka macam barang dagangan, seperti pakaian, aksesoris, ulos , tas, dan ukiran khas Batak.  Jangan ragu menawar, ulos dari harga 250ribu bisa ditawar sampai 50ribu *ini harga tahun 2013*.

Selanjutnya kita akan kembali ke Medan, masih menggunakan bis yang sama tapi jalan yang berbeda, lewat tempat termahal di Indonesia versi monopoli.

READ MORE - Wisata Sejarah di Pulau Samosir

Tuesday, August 11, 2015

Ditinggal kabur kesayangan tuh...sakitnya disini...

Jangan menggenggam sesuatu terlalu erat, jika terlepas akan meninggalkan sakit....



Belum juga sembuh dari sedih kehilangan tiara, seminggu yang lalu dapat kabar tidak menyenangkan saat saya sedang di Cirebon...teti kabur lewat lubang angin :'( haduhhhh meledak deh langsung tangis dan marah saya sama bebo yang sangat ceroboh, padahal dia sendiri yang sering ngingetin pintu ruang tamu tidak boleh dibuka kalau teti lagi diajak main diruang tengah, karena lubang anginnya gede.

Teti itu jinak banget dan cuma merespon suara saya, kalau dipanggil sama bebo dia ga kan jawab dan ga kan nyamperin. Selama berada diluar kota selama satu seminggu, dia suka ikutan nimbrung ngobrol ditelpon, asal denger suara saya pasti deh dia bunyi tetet..tetet...tetet malah kata bebo sihh telponnya dia gigitin. Jadi saat dia keluar dari lubang angin itu, dipanggil sama bebo diem aja ga mau nyamperin pas mau ditangkap malah terbang, haduhhh coba saya ada  pasti dia ga kan menjauh karena  pernah juga kejadian yang sama tapi saya panggil dia langsung turun.

gaya tidurnya teti
baru abis mandi terus berjemur sama sahabatnya oneng
teti lagi nemenin saya ngblog
main bareng teti
sehari sebelum saya meninggalkan dia selama seminggu keluarkota, dan ini foto terakhir kami berdua

Selain teti, burung  jinak yang tidak diketahui keberadaannya adalah samson, ican,  anin, bajuri dan adiknya oro yang belum sempat dikasi nama.
Samson keluar dari kandang saat bebo lupa ngunci pintu kandangnya.
Adiknya oro terbang saat akan saya mandikan di pekarangan rumah, waktu itu saya pikir dia belum lancar terbang jadi ketika pintu kandang terbuka setengah, saya cuek aja ehhhh dia menyusup dan langsung terbang lancar bebas.
Bajuri kabur ketika bebo mau mindahin dia dan teman-temannya ke kandang baru, padahal itu malam hari dimana biasanya mereka sangat takut kegelapan, dia berhasil lepas dari tangan bebo dan terbang ke atas pintu taman tapi kasian dia langsung dimangsa kucing tetangga :'(
Ican dan anin  juga pergi akibat kecerobohan saya,  lupa nutup kandang setelah semalamnya saya ajak dia main, padahal saat mau tidur sempet ingat sih belum nutup pintu kandang, saking ngantuknya mpe ngga kuat buat bangun dulu nutup pintu kandang dan paginya saya lupa...ketika pulang kantor saya cuma lihat oro sendirian dikandang, langsung dehhhhh lemessss...

samson dan bebo

adiknya oro belum sempet dikasi nama sudah pergi, umur  1,5 bulan


Bajuri

Ican, bulunya lebat banget


anin dan saya

Burung ga jinak juga ada yang kabur tapi ngga banyak, yang paling nyesek ketika kehilangan burung blorok warna coklat yang harganya jutaan, beli umur dewasa buat dijodohkan sama tiara, saat saya lagi boarding menuju labuan bajo, bebo telpon kasi kabar buruk kalo blorok kabur ketika bebo mau masukin makanan, dia menyusup diantara tangannya. Sebel banget !!! maharani cinnn :& >:O

Blorok Coklat


Semua burung yang kami pelihara memang tidak ada yang dipotong atau jahit sayapnya karena itu sama aja seperti kita memotong kaki manusia supaya ngga pergi-pergi jauh, jadi memang rentan terbang keluar apalagi burung yang baru belajar terbang pasti berasa bahagia bisa terbang tanpa hambatan seperti ngebentur dinding tembok rumah.

Kalau kata temen yang komen di fb sih  burung kan memang takdirnya berada di alam meskipun dikasih sangkar emas pasti akan memilih alam bebas...duhhh pengen banget nimpuk ni orang, dia kira burung kami cuma dipajang doang dikandang...kalau mereka hidup dialam bebas tanpa diganggu manusia sih saya ikhlas membiarkannya pergi, kalau masih banyak pohon-pohon buat tempat berlindungnya dan masih banyak makanan alami yang bisa dicari pasti saya akan merelakannya tapi tau sendiri di negara kita  ini kan ?! apalagi di Cilegon banyak alih fungsi lahan menjadi perumahan atau pabrik dan semakin sedikit makanan alami yang tersedia.  Dan kebiasaan masyarakat kita, ngga pernah bisa lihat burung terbang bebas apalagi burung paruh bengkok, burung gereja yang mungil aja ditangkap terus di cat dan jual 5rb-an, udah gitu yang beli anak-anak kecil yang cuma suka doang dan biasanya berujung dengan kematian siburung.

Saya cuma takut pemilik barunya hanya bisa menikmati suaranya saja tanpa merawatnya dengan baik, saya ngga mau mereka seperti burung-burung paruh bengkok lainnya yang cuma dipajang diluar rumah memakan buah-buahan busuk bahkan ada juga yang hanya diberi nasi basi.

Mungkin saya terlalu banyak melibatkan emosi dalam memelihara peliharaan ini, jadi saat mereka pergi sedihnya mengiris hati banget, bisa nangis berhari-hari bahkan sampai sekarangpun kalau inget memori bersama mereka suka keluar lagi airmata terutama samson dan anin.


oro, teti dan oneng kami biarkan mereka berkeliaran bebas dirumah saat kami ada disekitarnya, kalau kami kerja mereka masuk kandang yang diimpan didalam rumah, orang bilang kami aneh dan terlalu lebay :P



READ MORE - Ditinggal kabur kesayangan tuh...sakitnya disini...

Monday, August 10, 2015

bye maskot

2 tahun yang lalu kami jatuh cinta sama 2 makhluk lucu mungil yang diperlihatkan sama temen di Cirebon, saya memohon ke bebo biar bisa bawa mereka pulang, waktu itu kita ngga bawa kendaraan pribadi alias naek transport umum, bebo mpe bingung bawanya takut terjadi sesuatu sama mereka kalau dibawa perjalanan jauh dan repot juga. Tapi saya keukeuh pengen bawa mereka, akhirnya bebo nyerah dan kita milih pulang pake kereta saja biar aman bawanya.

Maskot lovebird kami

di kereta api

Itulah pertama kalinya saya mulai menyukai burung lovebird meski sebelumnya bebo emang udah punya sepasang dirumah dan pastinya dijadikan maskot penangkaran burung lovebird kita.

Mengurus dari umur 2 minggu  membuat saya lebih terikat sama mereka secara emosional, mungkin buat sebagian besar orang akan menganggap kami aneh, ada juga yang bilang mending ngurus anak aja sih tapi kan ngurus anak orang juga diperlukan chemistry ngga bisa asal angkat anak, bukan begitu ?

Karena melibatkan emosi maka saya sering berempati, menempatkan diri sebagai mereka =)) saya ngga mau kalau mereka merasa tidak nyaman, mulai dari benahin kandang, ngatur asupan makanannya, nyari mainan, dsb nya meskipun yang namanya hewan pasti ngga peduli dengan semua itu, yang penting kenyang kan ?! #:-s kalau kata kaka saya sih adiknya dah mulai terganggu jiwanya =)) bodo amat lah...mereka malah bikin stres saya hilang setelah kerja seharian dan hilangin bosen juga karena dirumah cuma kami berdua.

2 makhluk mugil itu kami beri nama samson dan tiara, ngga ada hubungannya dengan tokoh lelaki yang kuat dan bukan fansnya grup band juga...samson tiara adalah nama perusahaan bebo kerja. Seperti kata orang tua bahwa memilih nama itu harus hati-hati karena nama sama dengan doa, ternyata sama hewan juga bisa berlaku loh ! =)) Samson yang banyak digambarkan sebagai orang kuat dan sangar ternyata itu juga yang terjadi pada makhluk kecilku, samson merupakan burung yang sangat-sangat aktif, kuat dan galak. Berbeda dengan tiara, dia lebih lembut dan kalem.


Pernah denger ngga ungkapan "jangan terlalu menggenggam terlalu erat karena itu akan menyakitimu" itulah yang terjadi pada saya :'(

Setahun yang lalu saya merasakan kesedihan yang sangat, hampir sama atau mendekati sedihnya saat kehilangan bapak, melebihi sedihnya putus sama pacar...

Samson menghilang...ya menghilang alias pergi alias kabur...biasanya kandang mereka kami simpan didalam rumah, saat itu kebetulan ibu lagi menginap jadi kandang disimpan diluar. Setelah bebo bersihkan kandang dan ganti makanannya dia lupa ngunci pintu kandang. Samson ini burung pinter dia bisa buka kandang sendiri padahal ngga diajarin, saking aktifnya dia sering merasa bosan diem dikandang jadi suka iseng-iseng gigit pintunya dia tarik-tarik ke atas supaya kandang terbuka dan bisa main diluar. Kalau dia keluar kandang saat kami ada disekitarnya sudah pasti dia bakal langsung menclok dikepala, ngga pernah terbang jauh-jauh tapi saat itu kami lagi kerja ngga ada orang yang dia kenal, akhirnya terbang menjauh mengikuti burung-burung gereja yang sering cari makan dirumah, itu kata asisten rumah tanggaku.

aktif banget
Sedihnya berminggu-minggu, nangisnya berhari-hari, setiap sholat yang saya utamakan berdoa buat samson dan meminta dia dikembalikan, sempet marah juga sama bebo, tapi tidak mengembalikan dia juga...ikhlasin tapi sampai sekarang suka kangen

samson...kamu dimana ??? semoga menemukan keluarga yang lebih sayang dari kita

Dan beberapa minggu yang lalu, kami juga harus kehilangan adiknya samson yatu tiara, dia ngga kabur karena memang ngga seaktif samson, setelah memberikan kita 14 anak lovebird akhirnya dia menghembuskan nafasnya saat kami sedang libur lebaran di Bandung.  Bebo sudah curiga karena biasanya dia suka muncul kalau kita panggil namanya, berulangkali dipanggil ngga keluar-keluar dan ternyata sudah terbujur kaku didalam kandang kecilnya. Sebelumnya dia memang sakit, ngga bisa ngeluarin telur berminggu-minggu, diobatin dengan cara meneteskan minyak kelapa alhamduliah setelah 3 hari telurnya keluar tapi setelah itu dia jadi lebih pendiam, jarang bunyi dan terlihat lemah.

RIP my baby girl
4 anak tiara yang sempat kita loloh sendiri, 10 anaknya lagi kami biarkan tiara yang besarkan

Yaahhh memang sudah takdirnya cuma 2 tahun umurnya, padahal lovebird bisa hidup sampai 10 tahun. Sedih ? ya jelas dong tapi ngga sesakit saat samson pergi, karena ini jelas-jelas dipanggil sama penciptanya bukan karena keteledoran kita.

terbanglah menuju ke Penciptamu, jadikan surga lebih indah dengan suaramu...

we miss both of you samson tiara...wherever you are <3 <3<3 <3
READ MORE - bye maskot
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...