Translate

Foto Saya
Ini hanya cerita ga penting tentang nikmat hidup yang Tuhan berikan buat saya.

Kamis, April 30, 2015

my colorfull lovebird

Beberapa bulan ini saya merasa banyak diberi keberkahan dengan bayi bayi lovebird yang terus terusan datang, setelah telur menetas dan berumur 2 minggu akan kita ambil untuk di pelihara sendiri. Para induk semakin giat bereproduksi, bertelor lagi bertelor lagi alhamdulilah....

Mudah-mudahan suatu saat nanti bisa diberi lovebird dengan warna mutasi yang sangat jarang dipasaran, katanya sih itu adalah hadiah buat para peternak. Dimulai dari perjodohan antar jenis lovebird, diusahakan jangan sampai perkawinan inses biar hasilnya bagus. Dari 9 induk, yang sudah bertelor 7 induk, yang 2 lagi udah lama banget berpasangan tapi ga nelor-nelor, apa mereka sesama jenis ya :| tapi sudah diperiksa sama beberapa ahli burung selalu bilang beda jenis...entahlah mungkin belom aja kali ya

Kali ini anak-anak lovebird didapat dari 4 induk, anaknya Tiara, anaknya Kiki, anaknya Kadek dan anak dari induk yang ga kita kasi nama.  Semua ada 8 bayi yang seharusnya sih 9 bayi tapi yang 1  malah kabur karena saya kelupaan nutup pintu kandang. Kalau kita membesarkan lovebird secara berkelompok memang ga akan sejinak seperti lovebird hidup sendiri seperti oro.

8 bayi ini terdiri dari beberapa warna, 3 biru dongker, 1 hitam, 2 hijau muda, 1 hijau tua, dan 1 kuning jadinya collorfull deh burung-burung saya (y)

Saya kenalin satu-satu ya ;)

ini sona yang artinya hijau tapi saya lupa bahasa apa, maklum dapet nyari random di google translate, dia anaknya Tiara, meskipun Tiara warnanya hitam tapi jantannya dakocan hijau, untuk yang satu ini saya coba perlakukan seperti oro, lebih banyak disentuh dan lebih banyak diajak main, tapi karena sekandang dengan yang lain ya otomatis jinak-jinak merpati gitu...mau di pegang tapi cuma sebentar terus terbang lagi ke kelompoknya
si hitam ini namanya carles anaknya kadek, bukan so kebarat-baratan ya karena carles itu artinya ngenCAR terus ngereLES dari bahasa sunda yang artinya kalau udah keluar kandang pasti langsung kabur sembunyi disetiap pojokan, ga mau banget dipegang
anaknya Kiki yang kuning namanya Anin sedangkan yang putih belum sempat dikasi nama tapi sudah kabur :( seperti Kiki yang memang anti sosial dia sangat tidak mau dipegang, kalau disamperin pasti jerit-jerit ga jelas
ini sodaranya sona, anaknya Tiara, semua mirip Samson banget alias pamannya ga ada yang mirip sama Tiara atau suaminya, saya kasi nama Ichan, Nenceu dan Nengken tapi suka pusing bedainnya karena sama banget

Induk tanpa nama yang betina warna kuning muda dan jantannya warna hijau tua, jadinya anak mereka warna hijau muda, Subhanalloh jadi berasa kaya maenan warna pake cat warna, namanya Gege dan Aci

Lucu dan menggemaskan...bener ga ??? bener aja sihh ;)

tidurnya umpel-umpelan
paling suka kalo mandiin mereka
kaka yang siap jagain adenya, soooo swiittttt bingit
Tiara dan anak-anak pertamanya, biasanya induk yang baru pertama bertelor kadang suka gagal kalau Tiara sihh menetas semua dan sehat-sehat
perhatiin deh matanya, semua keturunan Tiara itu punya ayeliner bermotif, cantik banget



READ MORE - my colorfull lovebird

Keunikan Pantai Klayar

Setelah Goa Gong lanjut ke Pantai Klayar yang terletak di Kecamatan Donorojo Pacitan Jawa Timur, jalannya berliku dan sempit tapi pemandangannya lumayan sih bisa lihat bukit-bukit.
Ada apa dengan pantai klayar ? sama aja  dengan pantai-pantai yang ada di Gunung Kidul, air laut bening berwarna biru, pasir lembut kecoklatan, dan batu-batu karang tapi yang bikin pantai ini berbeda yaitu di batu karang besarnya ada batu yang seperti batu sphinx. Tau kan sphinx ? yang banyak ditemukan di Mesir cuma kalau di sana sphinx nya berbetuk kepala kalau yang di Klayar ga ada bentuknya tapi menjulang tinggi gitu deh. Selain itu juga yang lebih unik dan selalu ditunggu-tunggu oleh setiap wisatawan adalah seruling samuderanya, penasaran apa itu seruling samudera ? ntar saya liatin foto-fotonya di bawah ya.

Beberapa meter sebelum sampai di Pantai Klayar, kita sudah bisa melihat landscape pantai ini dari jalan raya yang berbukit, pemandangannya bagus banget kalau dari atas, waktu saya upload di G+ aja dapet ratusan like lho ;) emmm siapa yang nanya ya :P terlihat pohon-pohon kelapa yang berjejer sepanjang pantai, pasir coklat muda, dan tentunya air laut yang biru dan yang bikin tampak terlihat keren adalah batu karangnya yang besar. 


Setelah puas ambil foto landscape dan tentunya foto narsis juga, kita turun ke bawah menuju pantai, begitu sampai di Pantai Klayar hmmmm ko ga ada yang gimanaaaa gitu, cuma karang-karang yang berlumut hijau sama aja kaya di Gunung Kidul, eittssss itu kesan pertama lohhh coba deh melipir ke arah kiri menuju batu karang besar itu daaaannnnn barulah saya bisa bilang amazing \m/

biasa aja ya ???  #kesanpertama
mendekati bibir pantai maka akan menemukan batu-batu karang berlumut
telusuri pantai ke sebelah kiri maka akan menemukan pintu gerbangnya Pantai Klayar*
kalau liat ombak tenang begini rasanya pengen nyebur aja, berani ???
suka bingittt sma hasil foto ini, keren backgroundnya

Yupz amazing dan Subhanalloh kreasi cantik hasil alam lainnya yang ada di Indonesia, menurut saya pantai ini diam-diam menghanyutkan, kalau ombak lagi tenang memang terlihat menyenangkan apalagi kalau bisa nyebur mandi di laut di antara dua batu itu, kaya air di bathtub soalnya ga ada halangan tanpa  batu-batu karang dipinggir lautnya dan airnya terlihat tinggi penuh, tapi kadang suka tiba-tiba datang ombak tinggi yang langsung pecah di batu-batu karang besar itu yang menghasilkan cipratan dahsyat, terus sisa air laut yang mencapai pantai kesedot kembali ke tengah lautnya cepet banget, kita berdiri aja hilang keseimbangan dan berasa ikut kesedot bareng air dan pasirnya ke tengah-tengah, kalau kaya di Pantai Pangandaran kan paling saat air kembali ke tengah yang ketarik cuma pasir-pasirnya dan kita masih bisa berdiri tegak.

Makanya ga heran juga baca berita di Pantai Klayar awal tahun 2015 ada wisatawan hilang yang kebawa ombak saat berenang. So ga usah deh nyoba-nyoba buat berenang karena ombaknya ga bisa diprediksi kadang lembut kadang beringas, terlihat menggoda untuk dinikmati air lautnya tapi bisa ikut kevacum ke tengah laut. Sangat tidak disarankan bagi yang cuma bisa kecipuk-kecipuk #bahasapaini alias maen air buat basah-basahan di air doang kaya saya

saya yakin didalam laut itu ada vacuumnya =)) cepet banget menyusutnya*
ini sebenernya belum seberapa cipratan ombaknya, masih biasa aja*
*foto  hasil jepretan temenku

Selain punya pintu gerbang, Pantai Klayar juga punya penjaga lautnya yaitu si batu "sphinx" yang tadi saya ceritakan di awal, memang sih jauh banget sama batu sphinx aslinya karena ga berbentuk. Si dia berdiri tegak di pinggir laut seperti sedang menjaga pantai ini dari ombak-ombak nakal yang terus menggerus batu karang #lebay :P

Kalau pengen lebih mengenal si penjaga laut nan gagah ini melipir saja ke bagian kiri pojok, memang tempatnya dipagar kayu kalau dari kejauhan seperti ditutup akses jalan menuju batu karang ini. Tapi pagar itu menyisakan pintu kecil yang bisa kita masuki dan ada penjaganya, bukan si Mr. Sphinx ya ini asli orang tapi ga segagah setegap si mister.

Penjaganya ga cuma satu ada beberapa orang yang menjaga di pinggir-pinggir karang, mungkin buat mengawasi wisatawan yang kadang suka terlalu heboh saking asiknya narsis di pinggir karang, seperti kejadian di akhir tahun 2014 ada wisatawan yang ketarik ombak saat selfi dipinggir karang kemudian datang ombak besar yang memecah karang lalu ikut terbawa hanyut. Mereka juga menyimpan wadah plastik buat uang lelahnya, kita waktu itu iuran 5000/orang, ga ngasih juga ga apa apa sih tapi ga apa apa juga kan kalo ngasi :P bagi-bagi rejekilah

Mr.Sphinx nya Indonesia, sang penjaga laut

Mengexplore lebih jauh lagi dibatu karang besar ini maka akan ditemukan keunikan berikutnya dan yang paling banyak ditunggu-tunggu wisatawan yaitu seruling samudera, kenapa dikatakan seruling samudera ? dikarang besar itu ada celah sempit, ketika ombak besar datang maka air laut akan menyembur alias muncrat dari sela-sela bawah celah itu dan menghasilkan bunyi yang mirip suara seruling, sangat singkat dan cepat sekali. Kadang semburannya besar tapi kadang juga kecil tergantung ombaknya yang memang ga jelas itu, butuh puluhan menit kalau pengen dapat semburan besar tapi kalau lagi beruntung mungkin lebih cepat.

semburan dicelah-celah karang menghasilkan bunyi mirip suara seruling
semburan kecil cuma dapet air ludahnya doang =))
semburan pertama ini lumayan bikin kita heboh tapi beberapa detik setelah semburan pertama ujug-ujug ajah nyembur lagi lebih keras tambah heboh lagilah kita semua \m/
hati-hati ya kalau mau selfi di pinggir batu karang, selain ombak besarnya berbahaya kalau kebawa hanyut dibawah karang besar itu ada lagi karang-karang tajam, ini juga yang menyulitkan saat akan mencari korban hanyut yang pernah terjadi di Pantai Klayar

Setelah Pantai Klayar sebenarnya destinasi selanjutnya Pantai Banyutibo tapiiiiiii entahlah kenapa TS nya membatalkan, bikin bete juga sih...mudah-mudahan ada lagi kesempatan ke Pacitan, aamiin
READ MORE - Keunikan Pantai Klayar

Rabu, April 29, 2015

Menikmati Stalaktit dan Stalakmit di Goa Gong Pacitan

Trip Pacitan ini sebenernya juga dah lama banget tapi mood buat posting disini baru dateng X_X seperti trip sebelumnya travel mate saya ke Pacitan masih bareng anak-anak BPI, destinasinya Goa Gong dan Pantai Klayar. Meeting point di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta kemudian bersama-sama menuju Pacitan menggunakan mobil minibus sekitar 4 jam kalau ga salah ya, soalnya lupa-lupa ingat dan seperti biasa terlelap sepanjang perjalanan tapi sempet juga ko menikmati pemandangan saat masuk wilayah Pacitan, waktu itu sih jalannya bagus banget kan namanya juga akses ke kota kelahiran mantan Presiden kita SBY, sepanjang jalan liat rumah-rumah tradisional Pacitan yang menurut saya sih unik, sayangnya saya lupa foto #:-s 


Tempat wisata yang pertama adalah Goa Gong di Desa Bomo Kecamatan Punung, sekitar 30 km dari Kota Pacitan. Dinamakan Goa Gong karena didalam goa ada sebuah batu yang jika dipukul akan menimbulkan bunyi seperti gong yang ditabuh, tapi saya tidak menemukannya atau tidak begitu memperhatikan :( karena udah ngga kuat berlama-lama didalam goa, rasanya sesak banget selain karena banyak pengunjung juga kedalaman goa bawah tanah ini sekitar 700m, lumayan dalem kan dan semakin ke bawah saya merasakan pengap luar biasa yang mengharuskan saya ngeluarin ventolin.


Untuk mencapai ke bawah ngga susah ko dan ga bikin adrenalin naek cuma harus kuat aja betisnya karena goa gong sudah difasilitasi dengan anak tangga. Saat di pintu masuk goa akan banyak ibu-ibu yang menjual jasa penyewaan lampu senter dan kadang sedikit memaksa tapi usahakan jangan kena rayuan mereka karena didalam goa sudah diberi lampu penerangan.

masuknya sihh OK tapi pulangnyaaaa tapeee bikin pala berbi pusyiiing :&
Meskipun saya tidak menemukan batu yang bisa bunyi tapi sepanjang jalan setapak disuguhi pemandangan yang luar biasa bagus yaitu batu-batu karst indah hasil ukiran alam yang Subhanalloh keren banget (y) kalau menurut si bebo mah itu namanya batu stalakmit dan stalaktit. Stalakmit adalah batuan yang terbentuk di lantai gua hasil dari tetesan air di langit-langit gua yang letaknya ada dibawah, sedangkan stalaktit merupakan mineral sekunder (speleothem) yang menggantung di langit-langit gua kapur.  Ga kan cerita banyak soal batu-batu karst cantik ini, silahkan menilai sendiri dari hasil jepretan saya dan teman-teman. 

 
 
 
 
 
 

Gimana keren kan ???? (*)
Yang punya asma kaya saya jangan lupa bawa ventolin ya ;)

next
READ MORE - Menikmati Stalaktit dan Stalakmit di Goa Gong Pacitan

Kamis, Februari 12, 2015

[4] Explore Sudut Pulau Jawa Barat...Curug Cikaso Bombastis Fantastis Keren Pake Bingit

Curug atau air terjun Cikaso adalah tempat closing trip saya yang terbaik selama ini, sumpah deh ga boong...mulut saya aja sampai terus-terusan bilang Subhanalloh sambil netes kali ni air liur, cantiknya ga bisa diungkapkan dengan kata-kata, pokonya am falling in love sama kamu Curug Cikaso !!! (y) <3<3

Selain indah, curug ini satu-satunya curug yang buat saya ngga perlu pake perjuangan sampai ngeluarin keringet apalagi pegel-pegel paha, cukup bayar 10rb per orang maka kita akan dibawa oleh perahu selama 15 menit sajah menuju tempat indah ini. Gimana saya ngga hepi banget udah cantik keren bagus pemandangannya ehhhh ngga pake cape cinn \m/ (y)

Tapi kalau yang pengen olahraga bisa ko ditempuih dengan jalan kaki kayanya juga ngga terlalu jauh dan ngga terlalu manurun mananjak seperti tempat-tempat curug lainnya.


Kayanya saya ngga perlu cerita banyak dehhh, silahkan nikmati saja fotonya

dengan 10rb per orang kita akan diantar sampai ke tempat tujuan, baru kali ini deh jalan ke curug ngga perlu cape (y)
baru turun dari perahu, curugnya udah kelihatan bahkan cipratan air kaya gerimis udah bisa dirasain 
ini dia !! air terjun Cikaso memiliki lebar 100 m dengan ketinggian 30 m, kurang lebih ya soalnya saya ga bawa meteran :P 
Air terjun Cikaso mempunyai tiga aliran air yang turun ke kolam penampungan dibawahnya, dua aliran air terjun bisa terlihat jelas saat kita masuk area ini sementara satu aliran lagi agak tersembunyi dibalik tebing. dua aliran air terjun ini punya nama yang berbeda yang kiri Curug Asepan dan yang kanan Curug Meong
ini air terjun yang ada di balik tebing namanya Curug Aki, untuk menuju air terjun yang menjorok ini kita harus sedikit naik ke bukit tapi ngga terlalu tinggi sih
Airnya hijau jernih sangat menggoda buat main air tentunya

Keren kaaaannnnn !!!!! ketiga aliran air terjun tersebut membentuk suatu kesatuan yang dinamakan Air Terjun atau  Curug Leluhur tapi karena airnya mengalir ke sungai Cikaso maka masyarakat memberi nama lain yaitu Curug Cikaso. Kalau dilihat dari foto dan berdasarkan komentar para teman yang ikut ke Curug Cigangsa, curug ini paling keren (y) (*) te ope be ge te dah cinn

wajib hukumnya mandi di curug cikaso, kapan lagi bisa mandi di bawah shower raksasa
sedikit narsis

Trip Ujung Genteng The End \m/ B-)
semoga suatu saat nanti bisa kembali lagi tentunya bersama bebo ;)

back                                                                                                                                           
READ MORE - [4] Explore Sudut Pulau Jawa Barat...Curug Cikaso Bombastis Fantastis Keren Pake Bingit

[3] Explore Sudut Pulau Jawa Barat...si unyu unyu penyu

Habis ledek-ledekan soal siapa yang lebih keren antara Curug Cigangsa atau Ombak Tujuh, kita lanjut perjalanan menuju Pantai Pangumbahan. Di pantai ini terdapat konservasi dan penangkaran penyu yang dikelola oleh Pemda setempat. Terdapat 6 pos pengamatan yang sudah disiapkan untuk para pengunjung, di masing-masing pos dibatasi jumlahnya supaya tidak mengganggu proses bertelurnya penyu atau pelepasan anak penyu.


Untuk yang berniat melihat penyu bertelur maka datanglah dimalam hari, setiap malam pantai ini akan didatangi oleh belasan induk penyu yang akan bertelur. Jika hanya ingin melihat pelepasan anak penyu maka bersiaplah di sore hari sekitar pukul 17.00 dan mata harus jeli cari cari petugas yang bawa seember anak penyu supaya pas pelepasannya kita bisa ada didekat-dekat mereka, soalnya meskipun petugas di bagi beberapa orang tetap aja penuuhhhh, kalau moto si unyu-unyu dari jauh kan sayang banget yaaa

nunggu pelepasan si unyu unyu penyu ke laut
narsis asikkk
from da bottom of my haert, its for you bebo <3<3

Sekitar jam 17.30 petugas mulai menebar anak penyu satu-satu....aiiihhh lutunaaaa...tapi kasian liatnya, mereka harus berjuang melawan ombak untuk bisa berenang dilaut, ada yang berhasil ada yang kebawa lagi sama ombak ke pinggir pantai :'( dan yang berhasil melewati ombak belum tentu selamat karena disana sudah menunggu para predator...kasian banget nasib mereka masih bayi tapi harus berjuang untuk hidup :(

go ! go ! go baby !

survival baby <3<3 

Yang paling miris adalah ketika mereka sedang berjuang, para manusia eksis yang pengen narsis ikut menghalangi jalan mereka, ketika selangkah demi selangkah para bayi berjalan eeehhhh ada ibu-ibu pake payung malah ambil tu baby sambil foto selfie nyengir dengan baby penyu ditangan atau  ujug-ujug ajah ada yang berdiri ditengah-tengah para baby yang lagi jalan menuju laut. Hadeeuuhhhh udah diteriakin petugas juga cuek ajah

Setelah pelepasan selesai, kita langsung cabut pulang, rencana sih pengennya tengah malam nanti kita kembali buat liat penyu besar yang mau bertelur, saya pengen narsis diatas ibu penyu seperti foto sahabat yang dulu beberapa belas tahun dipamerin ke saya tapi ternyata sekarang udah ngga boleh tuh dudukin ibu penyu, takut stres kata petugasnya, apalagi kalau yang dudukin segeda gajah kaya saya ya =)) namun sayang sungguh disayang rencana tinggal rencana saat diparkiran supir travelo kami ngga lihat-lihat kalau pintu penumpang belum nutup hasilnya tu pintu mecahin kaca spion mobil sebelah kami, urusan jadi panjang deh ampe malem ga kelar-kelar.

Pagi hari siap siap packing pulang tapi mampir dulu di curug Cikaso, setelah melewatkan curug keren di Cigangsa apakah Curug ini lebih bagus atau tidak ??? klik next dear ;)


back                                                                                                                                            next





READ MORE - [3] Explore Sudut Pulau Jawa Barat...si unyu unyu penyu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...