Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Thursday, January 26, 2017

Selamat Jalan Belahan Jiwa

RIP A.Mulia Zachra binti suhatma, wafat usia 76 tahun di Cirebon selasa tgl 18 agst 2015 jam 8.12 , dimakamkan di Sumedang jam 17.00

Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya di dunia dengan rumah yang lebih baik di akhirat serta gantilah keluarganya di dunia dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka.

 Aamiin Aamiin Ya Rabbal 'Alamin

Sudah setahun ibu saya meninggalkan dunia ini dan baru berani untuk posting malam ini, entah karena sedang rindu atau sudah menerima kepergiannya.

Kepergiannya yang mendadak membuat saya masih shock meskipun memang dia sudah sakit stroke dan DM bertahun-tahun, tapi sehari sebelum dia pergi saya masih sempat menciumnya minta ijin untuk pulang karena harus masuk kerja setelah beberapa hari izin merawatnya di RS. Ketika ditinggalkan keadaannya jauh lebih baik, sudah mau makan, mau duduk dan nonton TV, kalau diajak ngobrol bisa jawab meskipun hanya dengan sepatah kata. 22 jam kemudian dapat telpon dari asisten kasi kabar nafasnya sudah hilang, saat itu saya dalam perjalanan menuju kantor, langsung balik arah masuk tol berharap bisa datang sebelum jasadnya sampai ditempat pembaringan terakhirnya. Dalam keadaan kaget ngga percaya, sedih, bingung sendirian karena suami lagi tugas ke Singapur, nangis sepanjang jalan sambil bawa kendaraan sendirian, ngga hapal jalan mpe nyasar berkali-kali dan sempet kaya orang bego nunggu didepan pintu keluar tol yang ternyata ditutup. Alhamdulilah bisa nyampe juga sebelum jasadnya datang, jadi bisa lihat dulu wajahnya untuk terakhir kalinya.

Banyak penyesalan dalam diri, saya sadar masih belum bisa membahagiakan seorang ibu, masih suka memendam rasa kesal ketika dia mulai rewel dan cerewet, seringkali menunda ketika dia nyuruh atau meminta tolong, sedikit sekali waktu yang saya berikan untuk berada disisinya menghiburnya mengobati rindunya kepada saya. Selalu teringat ketika saya mendapat ujian paling berat dalam hidup, dia ada disisi saya, merawat saya padahal diapun sedang sakit. Semua itu terasa setelah dia pergi, maka tidaklah heran orang-orang yang sudah kehilangan orang tua terutama ibu pasti akan selalu mengingatkan kepada kita "jagalah dan bahagiakan ibu selama dia masih ada"



satu bulan sebelum Allah memanggilnya


SELAMAT JALAN MAH...
MAAFKAN ANAK GADISMU SATU-SATUNYA INI YANG SELALU MENGECAWAKAN, 
TAWAMU, BELAIAN TANGANMU,  PASTI AKAN SELALU KURINDUKAN










No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...