Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Saturday, April 16, 2016

viaggio ke Italia

menuju Italia
Berangkat ke Itali dari Amsterdam jam 2 siang  dengan menggunakan pesawat easy jet. Negara ini terletak di Eropa Selatan yang berbatasan dengan Negara Perancis, Swiss, Austria, dan Slovenia. Negara Itali terkenal dengan berbagai arsitekturnya yang klasik. Selain itu  juga katanya terkenal akan makanan-makanan khas yang kelezatannya tak perlu diragukan lagi. 

Menurut artikel yang saya baca, orang Italia katanya sih ganteng/cantik dan ramah terhadap pendatang tapi berdasarkan pengalaman waktu naek turun transportasi umum dan jalan berkilo-kilo menyusuri kota, yang ramah itu adalah para penjual souvenir dan pemilik cafe, selebihnya ya ngga bisa dibilang ramah, tapi saya akui wajah mereka kebanyakan emang ganteng-ganteng dan cantik-cantik.

Destinasi kita selama di Itali yaitu Venice, Roma, Florence dan Pisa.  Maunya saya sih pengen banget bisa ke Pompei gegara lihat film yang cerita soal kisah cinta dengan ngambil kejadian disaat terjadi letusan gunung vulkanik, pengen tau ada ngga tuh artefak mereka berdua yang lagi berdiri berpelukan :P tapi waktu ngga akan cukup kalau harus kesana, nanti ngga akan bisa nyelesein destinasi dibeberapa kota Eropa yang sudah disepakati bersama.


Venice

Nyampe di bandara Marcopolo sekitar jam 4 sore langsung lanjut menggunakan water bus menuju Italia Utara tepatnya ke Kota Venice. Menuju kota ini tidak bisa menggunakan kendaraan darat, begitupun saat di dalam kotanya tidak akan ditemukan transportasi selain kapal atau perahu, karena kota Venice terletak ditengah-tengah laguna ujung barat laut Adriatik. Venice juga dikenal sebagai kota air ataupun kota apung karena terlihat seperti kota yang berdiri diatas laut.

Untuk mengitari kotanya mau tidak mau harus berjalan kaki, sedikit rempong sih karena kan jalan kaki itu enaknya tanpa bawa tentengan dan beban badan juga harus ringan, lah ini dengan cuaca yang super dingin sudah pasti harus pake baju tebal berlapis, sarung tangan plus syal, ditambah sambil geret-geret koper bikin perjalanan agak terhambat.

Tujuan saya ke venice cuma satu pengen naek gondola kaya di film film barat :D takut kota ini keburu tenggelam seperti ramalan yang beredar saat ini, sayangnya nyampe di venice terlalu sore jadi pas foto-foto di atas gondolanya juga kurang keren pencahayaannya.  

saya lupa kalau ternyata foto keren di venice itu bukan saat kita ada di Gondola tapi harusnya ambil foto dari jembatan dengan latar gondola, efek kedinginan dan buru-buru jadi lupa sama semua rencana, tapi ini juga lumayanlah

Selesai maen gondola lanjut explore kota yang katanya seluruh kota Venice ini sudah ditetapkan sebagai situs  warisan dunia UNESCO.


st mark's square, alun-alunnya kota Venice
Basilica di San Marco. gereja klasik dengan aksen keemasan yang memiliki lima kubah, bangunannya merupakan pengaruh dari gaya arsitektur Byzantine. Kita bisa beramain-main dengan merpati yang banyak berkeliaran didepan gereja, kalau ada yang nawarin makanan merpati lebih baik ditolak aja katanya sih nanti diminta bayarannya tinggi, kalau pengen narsis dengan merpati yang banyak, cari aja orang yang lagi ngasi makan merpati trus kita nyempil deh bentar :D


Campanile, sebuah menara lonceng dari gereja Basilika San Marco setinggi 98 m,  menara ini adalah tempat Galileo pertama kali memperkenalkan teleskop buatannya pada 1609.
menyusuri lorong lorong sepanjang kota Venice, ada banyak toko-toko merk terkenal dan restoran yang super duper mahal, salah satunya adalah harry bar yang katanya maharani dan pernah dipakai syuting the tourist. Saya mah apa atuh cuma bubuk rengginang mampunya cuma poto depan pintunya aja :D
palazo ducale, sebuah museum yang dulunya adalah istana tempat tinggal pemimpin  tertinggi republik Venice, dan ini menjadi landmarknya Kota Venice
kalau ngga berasa repot jangan lupa beli oleh-oleh topeng, memang sih harganya lebih mahal dibanding di Roma tapi  model topengnya lebih beragam dan  bagusan di Venice


Roma

Berangkat dari Venice jam 8.30 malam menggunakan ferry menuju  Tronchetto People Mover, lanjut menggunakan mega bus menuju Roma. Roma adalah ibukota Italia, kota tempat lahirnya peradaban barat dan juga menjadi kota metropolis pertama. Kota ini juga menjadi pusat seni dan budaya dunia, banyak seniman, pelukis, pemahat, dan arsitek terkenal telah menjadikan Roma sebagai pusat aktivitas mereka dengan menciptakan berbagai macam hasil karya seni.  Roma juga dikenal sebagai kota abadi karena menjadi pusat kota bersejarah dimana terdapat banyak monumen-monumen kuno pada masa kejayaan Romawi.

Kalau buat saya pribadi sih Roma itu kota air mancur :D dimana-mana banyak banget air mancur dengan patung-patungnya, yang terkenal itu adalah trevi fountain. Saya mengenal Roma ya dari film-film yang ngangkat cerita tentang gladiator atau tentang kekaisaran Romawi. Paling suka itu tentang gladiator, nontonnya bikin perasaan campur aduk seru serem kasian gitu deh. Makanya saat ke Roma yang pertama kepikir adalah Colosseum.


Sampai di  Roma Termini jam 6 pagi, mampir toilet buat bersih-bersih dan ganti baju, sebenernya dilarang ganti baju di toilet umum tapi karena kita ngga liat tulisannya ya cuek aja bongkar koper, pantesan penjaga toiletnya keluar masuk melulu sambil ngomel-ngomel pakai bahasa itali, kita sih cuma bales senyum aja. baru tau maksudnya ya setelah keluar terus liat tulisan dan gambar dilarang bawa koper. Lanjut cari tempat penitipan koper didaerah stasiun, kemudian jalan kaki explore kota dimana kita cuma punya waktu sampai jam 12 siang untuk melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya.


Di Roma Termini ini ada eskalator yang menurut saya agak-agak serem soalnya panjang dan miringnya kaya 45 derajat gitu, di stasiun ini juga hp kita diminta sama polisi karena ketauan foto-foto, semua foto harus dihapus semua didepan dia kecuali punya saya soalnya hp yang saya liatin ke dia hp yang satunya lagi.


explore kota Roma bikin gempor kaki padahal ini baru hari ketiga


cari sarapan dulu sebelum melanjutkan jalan kaki, ini disekitar  museum vatikan, di daerah ini juga banyak toko-toko souvenir, jangan sampai terlewatkan karena harganya murah-murah dibanding semua kota yang saya kunjungi, saya juga nyesel ngga beli banyak
vatikan


Colosseum adalah  arena gladiator yang termasuk karya paling besar pada zaman kerajaan Romawi. Pembangunan Colosseum dimulai oleh Kaisar Vespasian dari dinasti Flavianus pada tahun 72 Masehi dan diselesaikan oleh anaknya, Titus pada tahun 80 Masehi. Arena ini adalah tempat di mana pertarungan antara binatang dan manusia dipertunjukkan, tapi juga berfungsi sebagai tempat eksekusi para tahanan. Di kawasan Colosseum ini terdapat juga bangunan berupa pintu gerbang menuju Colosseum dengan pagar besi disekelilingnya. Sayang banget kita ga jadi masuk soalnya antriannya edun pisan, kalau tetep ngantri kayanya bisa selesai sampai sore.
maksud hati pengen ke trevi fountain tapi malah nyampe di triton fountain :D tapi ini juga terkenal ko di Itali, banyak turis yang datang untuk lempar koin sambil make a wish, air mancur ini didirikan tahun 1958 oleh Giacimo della Porta dan diukir oleh Pompilio de Bennedetti.

Gegara asyik foto-foto sepanjang jalan maka perjalanan jadi terhambat, hampir melebihi waktu yang sudah ditentukan, walhasil kita sampai lari-lari menuju ke tempat penitipan koper, dan lanjut lari lagi menuju stasiun. Alhamdulilah masih keburu

cusss florence

Florence

Florence merupakan salah satu  kota di Itali Tengah yang terkenal dengan seni arsitekturnya.  Kota ini dianggap sebagai kota pelopor kebangkitan seni budaya Itali. Selain  itu juga dikenal sebagai pusat ilmiah selama berabad-abad. Dan sebagai kelahiran industri fashion modern di Italia,  banyak brand fashion terkenal yang lahir di kota ini.

Tujuan pertama kami adalah tempat kita menginap, tapi kami selalu ditolak oleh transportasi umum yang ngelewat ke hotel,  gegara barang-barang bawaan yang banyak, kami disuruh cari taksi yang penuh terus, daripada lama nunggu akhirnya jalan aja deh skalian explore kotanya, cuma ya itu rempong sambil bawa barang bawaan. Dari sini udah mulai ngedumel deh, dikarenakan semua pada kecapean jalan di Roma.


explore kota Florence...btw toko bata itu emang asalnya dari itali ya ?


sampailah kita di apartemen San Lorenzo, udah cape jalan menuju ni tempat ternyataaaa harus naek tangga 3 lantai, untung  pemiliknya baek banget, dia bawain semua koper-koper kita
nyampe apartemen langsung buka perbekalan, secara gt ya kita dari siang belom makan

Nahhh mulai di apartemen inilah masalah demi masalah datang pada kita, dompet salah satu teman hilang, masalahnya bukan dompet uang yang hilang tapi dompet dokumen kaya pasport dan lain-lain, cerita komplitnya bisa buka di sini.

Dengan kegalauan dan kesedihan yang melanda kita, perjalanan tetap berlanjut, malam harinya kami mulai explore kota lagi.


Santa Maria del Fiore adalah sebuah katedral atau duomo yang berada di pusat kota Florence, dirancang oleh Filippo Brunelleschi. Bangunan bernuansa gotik ini merupakan katedral terbesar ke empat didunia.


Piazza Repubblica adalah simbol sejarah baru masyarakat kota Florence, di resmikan pada akhir abad 19 saat ibukota Itali dipindahkan ke Roma. Sebelumnya ini adalah bangunan Old Ghetto dan Mercato Vecchio yaitu pusat komersial dan politik.


Palazzo Vecchio sebuah istana rakyat atau balai kota yang bergaya militer abad 14, dibangun menyerupai benteng dengan menara setinggi 94 m. Disekitar istana terdapat banyak patung-patung yang menurut saya agak agak porno karena kelamin mereka diperlihatkan secara jelas.


Ponte Vecchio adalah sebuah jembatan tua yang dibangun tahun 1345, jembatan ini menghubungkan Uffizi dengan Palazzo Pitti demi memudahkan komunikasi antara bangsa Medici dengan para pekerjanya. Maafkeun hasil foto malam yang ngblur, maklum tukang poto amatiran pakai kamera hp pula

Jalan-jalan dalam keadaan galau itu memang berdampak pada mood, mo seneng-seneng dengan narsis heboh juga ga enak, mo menikmati kota sepuasnya ngga bisa, bawaannya pengen pulang ke apartemen. Pagi harinya kita siap-siap cek out dan lanjut ke Pisa, barang bawaan kita titip di tempat penitipan dekat stasiun. Dari apartemen ke stasiun udah ngga jalan kaki lagi, kita manggil taksi.



Pisa

Sekitar jam 8 pagi kita sudah sampai di Pisa Centrale lanjut pakai taksi menuju menara, alhamdulilah akhirnya gambar yang selalu saya buka jaman abg bisa keinjek juga secara nyata. Dateng lebih pagi keuntungannya turis masih sedikit, jadi hasil fotonya pun ngga kaya di pasar. 


Torre Di Pisa merupakan sebuah menara katedral yang terdapat di kota Pisa, ketinggiannya kurang lebih 55,86 m. Menara miring ini pernah  masuk pada tujuh keajaiban dunia karena ketidaksempurnaanya. Kemiringan bangunan menara pisa terjadi karena dibangun diatas tanah berpasir yang tidak kuat menerima beban dari bangunan menara. Sudah lebih dari 8 abad  tapi menara ini masih kokoh berdiri. Terdapat 4 bangunan di wilayah Torre Di Pisa ini yaitu katedral, menara miring, gedung untuk pembaptisan, dan ruang serba guna.

Baru satu jam menikmati tempat ini, kita dapat berita bahwa stasiun Pisa Centrale akan ditutup jam 11 karena ada demonstrasi di beberapa stasiun Itali. Buru-buru cari taksi dibantu oleh pedagang souvenir, supir taksinya cewe tapi pinter ngebut dan dia cari jalan tikus lewat gps mobilnya. Sampai di stasiun kita langsung beli tiket kereta yang akan langsung berangkat ehhhh ketinggalan 5 menit padahal udah lari-lari turun naek tangga. Untungnya bisa ditukar kembali untuk keberangkatan berikutnya, menunggu sekitar 1 jam.


merasakan lelah setelah lari-lari naek turun tangga tapi tetap ketinggalan kereta, masih bersyukur bisa dapat tiket kembali ke stasiun firenze, ngga kebayang kalau ketahan di Pisa sampai sore, kita kan udah beli tiket bis ke Prancis lewat Genoa.

Tiba di stasiun Firenze langsung ambil koper dan melaju ke stasiun bus Montelungo menuju Genoa,.


Genoa

Sampai di Genoa ganti bis lagi menuju Nice dan inilah saat-saat stres tingkat tinggi karena paspor teman kita hilang. Cerita lengkapnya bisa buka disini.



Ciao Italy....attendez moi France

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...