Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Friday, August 14, 2015

Menuju kota termahal di Indonesia versi monopili

Setelah bermalam didanau toba, saatnya kita kembali ke Medan menggunakan bis dengan arah yang berbeda, waktu berangkat kita kan lewat Pematang Siantar nah sekarang pulangnya lewat Simajarunjung dan Brastagi. Brastagi ??? :O awwww kota yang paling saya suka kalau lagi maen monopili, harganya paling mahal dan bisa bikin kaya =))

Jalan dari Parapat menuju Brastagi ngga terlalu besar, berbelok-belok dan nanjak tapi mata kita ngga akan dibuat bosan karena pemandangannya bagus. Sepanjang perjalanannya saya merasa ngga keluar-keluar dari wilayah Danau Toba yaiyalah wong panjangnya Danau Toba itu kurleb 100 km terbesar di Asia Tenggara. Masuk dari satu perkampungan ke perkampungan lain, melewati hutan dan perkebunan.

Bis berhenti di Simajarunjung untuk istirahat makan siang dan sholat, tempat ini berada di perbukitan jadi sudah pasti hawanya sejuk banget, Danau Toba pun tampak lebih keren dilihat dari bukit ini, terlihat sangat tenang dan merilekskan mata. Biasanya kalau hawa dingin bikin kita pengen makan terus ini dibuktikan setelah kita makan siang dan ngemil pisang bakar ehhhh dilanjut makan bakso sambil duduk-duduk dirumput, sambil liat pasangan muda mudi dipojokan atau dibalik pohon =))


Istirahat selesai, sebelum sampai di Brastagi kami mampir dulu ke air terjun tertinggi di Indonesia yaitu Air Terjun Sipiso-piso, terletak di Desa Tongging yang memiliki ketinggian kurleb 120 m, dilihat dari kejauhanpun ni air terjun bisa terlihat jelas keindahannya. Tempatnya berada disebuah lubang besar yang dikelilingi oleh hutan pinus, untuk mencapai tempat ini harus menuruni anak tangga yang sepertinya jumlahnya ratusan dan katanya bisa memakan waktu 1 jam  :O X_X :& ngebayanginnya aja saya udah ngga mampu, lebih baik menikmati dari kejauhan saja. Ternyata yang lain juga sama, tidak ada yang tertarik untuk turun =)) kami puas-puasin berfoto di bukitnya saja dengan background Danau Toba yang selalu pasti tetap indah dari arah manapun kita lihat. Meskipun cuma foto-foto doang ternyata kita menghabiskan waktu cukup lama juga, saking betahnya manjain ni mata sampai si ito guide berulangkali ngingetin waktu sudah habis.

Air Terjun Sipiso piso
kalau turun pasti bakal jauh lebih keren, dari jauh aja udah wow
Danau toba dari bukit desa Tongging
Perjalanan kembali dilanjutkan menuju Brastagi tapi sungguh sangat disayangkan, kami tidak bisa menjelajah lebih jauh kota impian saya ini karena hari sudah menjelang sore *kelamaan di air terjun*, cuma mampir di pasar buah dimana jeruk medanpun tidak terlihat :'( ngga ada yang bisa kita nikmati disini....aaarrggghhhh kecewa sangat dan langsung cusssss ke Medan saja
kalau begitu.

back      next

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...