Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Saturday, August 03, 2013

Di kala tidur dinaungi jutaan bintang, diterangi sinar bulan, ditemani sang angin

Tiba di Cibom sudah hampir gelap sekitar jam 6 sore, satu-satu dari rombongan dipindah memakai kapal kecil karena kapal yang kami tumpangi tidak bisa mencapai pinggir pantai Cibom. Seharusnya penjaga pulau yang sebekumnya dihubungi TL sudah menunggu tapi ternyata dia tidak menampakkan batang hidungnya. Jadi mulailah mendirikan tenda di lapangan terbuka pinggir pantai dan dengan sangat tidak sopan saya cuma bisa menunggu tanpa membantu mendirikan tenda, dengan alasan ngga ngerti masang kalau ikut ngerecokin yang ada malah bikin repot :e: #modus maaafffff temans

foto by fiersa
Berdirilah 4 tenda yang selalu diganggu si angin malah ada yang tendanya selalu roboh sehingga para penghuninya memutuskan tidur di gazebo :f: sebelum mata kami mengajak bermimpi beberapa teman sengaja terlentang diruang terbuka agar bisa menikmati hiburan gratis dari Tuhan yaitu bintang-bintang yang memenuhi langit dengan sinarnya yang melengkapi keindahan. Angin yang sangat kencang membuat saya tidak berlama-lama ikut ngobrol di luar sambil ngintip bintang, lebih baik tidur setelah minum obat flu 2 bh biar cepet ketemu pagi tapi ternyata tidak mempan sama sekali, gimana bisa tidur kalau si angin terus menerus berusaha mengangkat tenda kami dengan suara yang cukup menakutkan.

menuju tempat kemping
ketel vs angin, jatoh melulu :f:
Hal yang paling mengganggu pikiran saya dari saat memutuskan untuk ikut trip ini adalah bagaimana cara buang air kecil, ngga mungkin saya berharap seperti kemping di sukabumi yang sudah dilengkapi toilet dengan air panas. Sebelum para lelaki bangun, saya mencari tempat yang pewe buat buang air kecil, untungnya ketemu di bawah karang besar dipinggir pantai, cebok pakai air aqua dan air kecing terbawa langsung oleh air laut :f: untungnya ni perut ga minta ngeluarin yang lain selain air kencing

Satu per satu mulai pada bangun dan langsung berjejer pinggir pantai menunggu sang fajar muncul, alhamdulilah yang ditunggu akhirnya keluar juga. Setelah puas bercengkrama dengan sang fajar  mulai menyiapkan fisik buat trekking menerobos hutan lagi menuju Tanjung Layar.

menunggu sunrise yang tertahan awan
siap-siap trekking ke Tanjung Layar
sunrise Cibom


back                                                                                                                                            next




No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...