Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Friday, July 12, 2013

Umroh

Pedoman umum seorang muslim dalam beribadah kepada Allah adalah Rukun Islam. Rukun Islam ada lima yaitu Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji. Rukun kelima dilakukan bila kita mampu tapi di Indonesia ini meskipun sudah mampu berangkat haji antriannya ya Allah untuk reguler 7 tahun untuk plus 3 tahun. Jadi sambil nunggu antrian kita bisa melaksanakan umroh terlebih dahulu, selain dapat pahala juga sekalian sambil latihan untuk persiapan haji nanti.



Ada seorang teman kantor bebo, dia berkata "ngapain kita umroh, umroh itu cuma jalan-jalan tau, yang wajib dalam islam adalah hanya haji".  Pernyataan dia yang wajib dalam islam adalah haji memang benar, wajib dilaksanakan bila kita mampu tapi umroh adalah hanya jalan-jalan itu sangatlah tidak benar karena dalam umroh kita pun melaksanakan ritual ibadah seperti thawaf dan sa'i. Pengertian Umroh adalah ziarah, menziarahi Ka'bah untuk melakukan rangkaian ibadah dengan syarat yang telah ditetapkan. Rosul juga melaksanakan umroh sebanyak 4 kali yaitu umroh al-hudaibiyah, umroh qodho, umroh dari ji'ronah dan umroh saat berhaji.  Rasulullah shallallahu'alaihi wa salam bersabda : al-'umratu ilal 'umrati kaffaaratun limaa bainahumaa "dari umroh ke umroh merupakan kifarat dosa dan noda diantaranya" (Hr. Bukhari dan Muslim), dalam hadis lain Rasulullah shallallahu'alaihi wa salam bersabda : al-hujjaju wal 'ummaru wafdullaahi in da'auhu ajaabahum, wa in istaghfaruuhu ghafara lahum "orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah maka jika mereka bermohon kepadaNya pastilah dikabulkan-Nya dan jika mereka memohon ampun pasti diampuniNya" (Hr.Ibn majah dan Ibn Hibban). Perbedaan umroh dengan haji adalah umroh bisa dilakukan setiap saat sedangkan haji dilaksanakan tanggal 8-13 dzulhijjah, pelaksanaan ibadah umroh mencakup ihram-thawaf-sa'i-tahallul sedangkan ibadah haji mencakup ihram-thawaf-sa'i-tahallul-mabit-wukuf-jumrah, tempat pelaksaan ibadah umroh di Miqat dan Masjidil Haram sedangkan haji di Miqat, Masjidil Haram, Mina, Arafah, dan Muzdalifah. So masih berpikir umroh cuma jalan-jalan ???


Alhamdulilah Umroh bersama Qiblat Tour yang dibimbing oleh Drs.KH.A.Totoh Gojali, M.Ag dalam pelaksanaannya berjalan lancar, pembimbing selalu mendampingi kita saat pelaksaanaan ibadah di Madinah maupun di Mekah, memberikan tausiyah, membangunkan tengah malam untuk beribadah di masjid, dan mengurus segala keperluan kami selama pelaksanaan umroh.
Miqat di Bir Ali


Pelaksanaan umroh dimulai dari Miqat yaitu batas antara tanah biasa dengan tanah suci atau tempat dimulainya pelaksanaan umroh dengan melafazkan niat umroh dan berpakaian ihrom. Miqat yang sudah ditentukan ada beberapa tempat tergantung darimana jemaah datang, rombongan Qiblat Tour datang dari arah kota Madinah maka miqatnya di A'bar Ali atau Bir Ali. Mengganti pakaian kita dengan pakaian ihrom bisa dilakukan saat di hotel setelah sebelumnya melakukan mandi wajib terlebih dahulu tapi jangan dulu berniat. Pakaian ihrom yang digunakan bagi laki-laki adalah kain ihrom berwarna putih tanpa ada jahitan dan tidak menggunakan celana dalam sedangkan bagi wanita baju warna putih dan menutup aurat, yang terlihat hanya telapak tangan dan wajah. Setelah melakukan sholat sunat ihrom di Miqat barulah kita lafazkan niat kita Labbaikallohumma umrotan "saya penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan umroh".

Setelah berniat  secara lisan, kita tidak boleh menggunakan wangi-wangian, menggunakan sabun atau lotion, sikat gigi dengan odol, memakai peci atau masker atau pakaian lain, berhubungan suami istri atau berbicara yang mengundang syahwat makanya setelah berihrom pasangan suami istri duduknya dipisahkan dahulu karena sering kejadian ada perselisihan kecil dan jika bersentuhan takutnya mengundang syahwat sekecil apapun itu.  Kemudian tidak boleh memotong kuku atau mencabut rambut kecuali jika rambut lepas sendiri, membunuh binatang atau menghalaunya, memotong pepohonan atau mencabut tanaman di tanah haram, memungut barang temuan kecuali jika hendak diserahkan pada pemiliknya, meminang atau melaksanakan akad nikah, berkata kotor atau buruk, berkelahi atau berbantah-bantahan. Jika semua yang disebutkan dilanggar maka kita akan terkena denda atau dam dengan menyembelih kambing.

Sepanjang perjalanan menuju Mekkah sampai kita melihat Ka'bah bacalah kalimat tarbiah Labbaikallohumma labbaik. Labbaika la syarikalaka labaik. Innal hamda wanni'mata laka wal mulk, la syarikalak "Saya penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian dan kenikmatan adalah milik-Mu dan juga kerajaan, tidak ada sekutu bagi-Mu". Selain membaca tarbiah kita juga harus menjaga hati dan sikap, tinggalkan sikap takabur, ria, hasud, thalim, kebencian, percaya pada sesuatu diluar kekuasaan dan kekuatan Allah. Luruskan niat bahwa umroh hanya untuk memperoleh ridha dan ampunan-Nya, datang kepada-Nya sebagai hamba-Nya yang hina dan berlumuran dosa karena itu lepaskan semua status dan kedudukan dan simbol-simbol kesombongan serta lupakan harta, keluarga, jabatan dan kedudukan, berbekalah hanya taqwa karena Allah telah menanti kedatangan kita sebagai calon-calon tamu-Nya. Subhanalloh

Tiba di kota Mekkah kami tidak langsung menuju Masjidil Haram tapi istirahat di hotel Elaf Al Mashaer, selama menunggu pelaksanaan umroh kita tetap harus bisa menjaga aurat didepan pasangan kita dan teman-teman jamaah, untuk wanita jika ingin membuka kerudung lakukanlah saat sedang sendirian atau di kamar mandi. Sekitar jam 22.00 WAS kami menuju Masjidil Haram berjalan sejauh 250m, sebaiknya masuk Masjidil haram dari pintu bani syaibah kemudian mulai melaksanakan thowaf. Sebelum thowaf dimulai pada saat melihat Ka'bah bacalah do'a Allahumma zid hazal baita tasyrifan wata'ziman watakriman wamahabatan wazid man syarrafahu wa azzamahu wa karramahu mimman hajjahu awi'tamarahu tasyrifan wa ta'ziman wa takriman wabirran "Ya Allah tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pada orang-orang yang memuliakannya dan mengagungkannya dari orang-orang yang berhaji dan umroh kemuliaan, kebesaran, kehormatan dan kebaikan".   

Thowaf adalah perjalanan suci menuju kearah keabadian, dimulai dari sudut hajar aswad dan berakhir disudut hajar aswad lagi #ditandai dengan garis lurus antara Ka'bah dengan lampu hijau yang dipasang disisi kanan# putaran dilakukan sebanyak tujuh kali putaran. Sebelum melaksanakan twowaf muka dan badan hadapkan ke hajar aswad sambil niat thowaf dengan mengangkat tangan sambil mengucapkan Bismillahi Allohu Akbar lalu mengecup tangan sebagai lambang mengecup hajar aswad (kiss bye) kecuali jika bisa langsung mengecup hajar aswad #penuh perjuangan jika ingin mendekat ke hajar aswad# lalu balikan badan ke arah kanan sehingga Ka'bah ada disebelah kiri kita, mulailah melakukan putaran, putaran 1-3 dilakukan dengan berlari-lari kecil #jika memungkinkan# dan putaran 4-7 berjalan biasa. Setiap melewati rukun yamani lakukanlah istilam yaitu menjamah atau mengusap Ka'bah atau dengan melambaikan tangan tanpa mengecup tangan dan membaca Bismillahi Allohu Akbar. Sepanjang thawaf bacalah do'a apa saja atau berdzikir, antara rukun yamani dan hajar aswad bacalah doa Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar, ya azizu ya gofar ya robbal'alamien
thowaf

Thowaf ini dilakukan tidak hanya saat melakukan ibadah umroh saja tapi dilakukan setiap saat kita akan melakukan sholat di Masjidil Haram. Istilam yang kami lakukan biasanya dilakukan pada thowaf di putaran terakhir #putaran 1-6 hanya melambaikan tangan# setelah itu masuk ke Hijjir Ismail melakukan sholat sunat karena di pintu tersebut ada malaikat yang siap mendoa'kan dan mengangkat derajat mereka yang telah masuk ke Hijir Ismail. Dan jangan lupa untuk tetap menjaga wudhu, jika batal bisa mengambil wudhu ditempat air zam-zam yang tersedia di sekitar Ka'bah.

Selesai melaksanakan thowaf, lakukan sholat dua rakaat di belakang maqom Ibrahim, rakaat pertama setelah membaca al-fatihah disunatkan membaca surat al-kafirun dan rakaat kedua membaca surat al-ikhlas, bila tidak memungkinkan bisa melakukan sholat ditempat yang agak jauh dari maqom Ibrohim. Selanjutnya meminum air zam-zam dengan membaca doa Allohumma innii as aluka ilman naafi'an wa rizqon waasi'an syifaa-an min kulli daa-in "Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas dan obat dari segala penyakit"

Setelah itu lakukanlah sa'i karena hukumnya wajib, dimulai dari bukit Shofa menuju bukit Marwa sebanyak tujuh kali, cara menghitungnya dari Shofa ke Marwa dihitung 1 dari Marwa ke Shofa dihitung 1. Dibukit Shofa kita harus menghadap Ka'bah sambil berdoa  begitupun saat kita sampai di bukit marwa menghadap Ka'bah dan berdoa. Dari Shofa ke Marwa ada daerah yang diberi tanda lampu hijau maka kita harus berlari-lari kecil sambil berdoa sampai batas akhir lampu hijau tersebut. Selama perjalanan dari Shofa ke Marwa dibolehkan minum air zam-zam yang sudah tersedia disepanjang jalan, jangan nahan haus selama melakukan sa'i karena perjalanannya lumayan menguras tenaga. 

Setelah sa'i selesai kemudian dilanjutkan dengan tahalul, ini juga berarti bahwa pelaksanaan ibadah umroh telah selesai. Tahalul dilakukan dengan cara mencukur atau memotong rambut, untuk perempuan memotong rambut harus dilakukan oleh muhrimnya dan saat memotong harus tetap menjaga aurat jadi jangan membuka kerudung tapi memotong dengan cara tangan masuk ke dalam kerudung, sementara untuk laki-laki lebih bagus jika dicukur sampai habis alias botak tapi saat pelaksanaan tahalul cukup dipotong sebagian kemudian dilanjutkan mencukur atau merapihkan rambut di salon rambut yang banyak tersedia. Jika cukur habis biayanya 10 real jika hanya dirapihkan cukup 5 real. Model botak lebih mahal ya padahal tinggal babat habis tanpa mikir modelnya seperti apa :f:
Tahalul
Saat kita akan meninggalkan Masjidil Haram lakukanlah thowaf wada atau thowaf perpisahan, pelaksanaanya sama dengan thowaf  saat umroh atau saat akan melaksanakan sholat lima waktu. Setelah selesai thowaf dianjurkan berdo'a didepan Multazam dan bagi yang belum mencium hajar aswad usahakan menciumnya tapi juga memaksakan diri jika tidak mampu. Selesai berdoa keluarlah dari Masjidil haram dan tidak masuk kembali kedalamnya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...