Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Tuesday, July 16, 2013

Hati luluh lantak di Masjidil Haram

Masjid tersuci bagi umat Islam dan yang terbesar sedunia adalah Masjidil Haram, masjid ini juga merupakan salah satu tanda dari kekuasan-Nya, tempat yang suci dimana tidak boleh ada pertumpahan darah, tempat dimana Allah akan mengabulkan segala doa dan menghapus segala dosa, saat memasukinya kita harus menanggalkan nafsu duniawi dan penyakit hati. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam pelaksanaan haji dan umrah. 
Saat memasuki Masjidil haram kita akan melewati deretan galon air zam-zam kemudian didalam masjid terdapat bangunan berbentuk kubus yang ditutup oleh sebuah kain kiswah dengan tulisan ayat suci Al-qur'an dari benang emas dan menjadi kiblatnya orang muslim saat melaksanakan sholat yaitu Ka'bah. Deretan shaf di Masjidil Haram jadi terlihat berbentuk lingkaran karena semua jemaah mengitari Ka'bah sebagai kiblatnya. Dipojok selatan Ka'bah ada sebuah batu yang dikenal dengan nama Hajar Aswad. Rasulullah shallallahu'alaihi wa salam bersabda "Hajar aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam" dan disunatkan bagi kita untuk menciumnya. Dinding Ka'bah diantara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah disebut sebagai Multazam, tempat untuk bermunajat kepada Allah SWT setelah melaksanakan thawaf dan merupakan tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Disamping Ka'bah antara rukun iraqi dan rukun syiam terdapat sebuah tempat yang dipagar batu marmer yaitu Hijr Ismail yang dulunya merupakan tempat tinggal Nabi Ismail. Hijr Ismail juga merupakan salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa karena di pintu tersebut ada malaikat yang siap mendoa'kan dan mengangkat derajat mereka yang telah masuk ke Hijir Ismail, maka disunatkan bagi kita memasukinya dan melakukan sholat serta berdoa. Sekitar 3 meter dari Ka'bah terdapat Maqam Ibrahim, awalnya saya pikir kuburan atau makamnya Nabi Ibrahim #maklum ilmu agamanya masih cetek# ternyata adalah sebuah batu yang pernah digunakan Nabi Ibrahim tempat berpijaknya saat membangun Ka'bah dan meninggalkan bekas telapak kakinya pada batu tersebut.

Keadaan didalam Masjidil Haram
Multazam, semua orang menginginkan bisa berdoa didepannya dan menyentuhnya
Hijir Ismail yang dibatasi pagar batu marmer
Maqam Ibrahim
Bisa melihat Ka'bah secara langsung didepan mata, yang selama puluhan tahun ini bagi saya hanya sebuah kiblat yang tidak terlihat, menjadi sebuah pengalaman yang tidak terlupakan, rasa haru dan rasa takut menyelimuti hati, haru bisa melihat dan sholat langsung didepan Ka'bah, takut akan dosa-dosa di masa lalu yang muncul di kepala seperti pemutaran film. Berdegup kencang jantung ini dan air mata terus menetes, semakin deras semakin membanjiri pipi. Hati yang sekeras batu ini langsung meleleh, merasa tidak berdaya dan malu, terasa banget kalau saya itu cuma makhluk yang hina dan banyak dosa tapi Allah malah mengundang saya ke Baitullah. Pasrah dan memohon ampun atas segala dosa yang sudah dilakukan selama puluhan tahun, berdoa sepuasnya dengan pengharapan yang sangat besar akan dikabulkan. Perjuangan yang paling terasa adalah saat akan memasuki Hijr Ismail, Multazam dan Hajar Aswad, diperlukan kekuatan otot dan kesabaran karena semua orang menginginkannya. Disinilah masih terlihat hawa nafsu yang menyelimuti manusia, di Baitullah bukankah kita seharusnya malu jika masih menyikut, menjambak dan memaki sesama muslim hanya demi tercapai keinginan kita tapi nafsu mengalahkan segalanya, hal ini sangat sering terlihat dari jemaah negara Turki sampai ada yang beradu mulut dan hampir berkelahi, Astagfirullahaladzim...dan mereka itu kesenggol dikit aja langsung marah sambil teriak sementara kalau mereka menyenggol orang suka cuek aja pasang muka tiis.

Memasuki tiga tempat itu lebih baik pasrah saja jika tidak bisa masuk tidak usah dipaksakan daripada badan kita terinjak-injak atau kehilangan oksigen karena dari belakang kita didorong dari depan ditahan, saya sempat merasakan sesak sekali melebihi saat asma saya kambuh. Waktu itu setiap selesai thawaf saya dan bebo beserta teman-teman jemaah qiblat tour selalu mencoba berusaha mencium hajar aswad, penuh perjuangan dan selalu mencoba berkali-kali, ada yang langsung berhasil ada juga yang tidak sampai dihari terakhir kami di Mekah. 

Pengalaman saya sendiri, dihari pertama setelah dicoba berkali-kali setiap selesai thawaf hanya bisa menyentuhnya saja karena laki-laki berbadan tinggi besar langsung menyerobot. 
Dihari kedua hampir bisa mencium tapi teman satu rombongan terjatuh jadi saya harus menarik dia dulu keluar padahal tinggal sedikit lagi dan saat saya mencoba kembali malah hampir lemas kehabisan tenaga dan oksigen, bicara sama bebo aja mau bilang"udah ga kuat" suaranya ga keluar saking sudah terhimpit banget. 
Dihari ketiga saya sudah mengatakan pada bebo tidak mau ngotot lagi mencium hajar aswad, kalau dia mau silahkan saja tidak perlu menjaga atau mendampingi saya lagi menuju hajar aswad supaya konsentrasinya tidak terbagi dan berhasil mencapainya. Tapi dia tetep tidak mau meninggalkan saya, dia bilang "kalau kamu tidak kuat kita berdua tidak usah menciumnya" #duhhh so sweet bgt si bebo# akhirnya yang kami lakukan setelah thawaf perpisahan berdoa lebih lama dan panjang di depan multazam tapi tiba-tiba orang-orang yang bergerombol didepan saya satu persatu menyingkir dan tidak ada yang menyerobot kami, akhirnya tanpa disadari kami sudah ada tepat didepan Multazam dan bisa menyentuhnya, tanpa dikomando kami berdua langsung menangis sepuasnya mungkin yang ada dipikiran bebo juga sama yaitu teringat akan dosa-dosa kami, rasanya semua isi didada ini ingin saya keluarkan tapi tidak terucap hanya berbetuk air mata yang kaya banjir bandang. Puas menangis saat melirik ke kanan terlihat hajar aswad sangat dekat, lalu saya menoleh ke arah bebo yang berdiri tepat dibelakang saya dengan maksud mengajak mencobanya lagi tapi dia sudah tidak ada dan ternyata dia ketarik kebelakang, saya langsung panik "beb !!!" lalu bebo teriak "ayo neng geser aja sedikit-sedikit" dan terlihat dia berusaha lagi agar bisa mendekat ke arah saya tapi selalu gagal, masih merasa cemas akan keadaan bebo tiba-tiba badan saya ada yang menarik dan langsung menyuruh "ayo bu cium !!! saya jagain" setelah saya mencium satu kali dan mengangkat kepala, orang itu malah menyuruh saya untuk mencium lagi dan perbanyak berdoa, saya tempelkan bibir saya dan terus berdoa kepada-Nya lalu dia bilang "sudah cukup bu, ayo kita keluar" dia menarik badan saya dan saya pun sekuat tenaga mendorong badan ke belakang. #keluar dari hajar aswad juga masih harus penuh perjuangan karena kita harus keluar dari kerumunan orang yang mendesak maju# Setelah selamat keluar dan mengucapkan terima kasih serta bersyukur pada Allah SWT, yang pertama saya cari adalah bebo, dia tidak terlihat..."Ya Allah dimana suamiku"...saya tunggu dan mata tetap menjelajah akhirnya dia keluar dari kerumunan orang-orang yang akan mencium hajar aswad dan bilang "alhamdulilah saya bisa menciumnya, kamu gimana neng ?" 

Keadaan hampir sama saat akan memasuki Hijr Ismail tapi tidak terlalu adu otot seperti di hajar aswad, memasukinya tetep berdesakan dan saling dorong tapi setelah masuk ngga terlalu harus menguras tenaga hanya harus telaten mencari tempat sholat dan dalam mencari tempat harus hati-hati juga jangan sampai kita menginjak kepala orang yang sholat, makanya lebih enak jika masuk tidak sendiri supaya bisa gantian sholat dan gantian jaga agar kepala kita tidak diinjak. 

Di Masjidil Haram ini bawaannya selalu ingin sholat, selalu ingin bersujud, dan air mata tidak pernah kering. Semangat melebihi batas, suka ngerasa rugi aja kalau tertinggal sholat atau tidak sholat di Masjidil Haram. Itulah yang membuat saya dan bebo selalu rindu suasana Mekkah karena pulang ke Indonesia hawa malas sholat di mesjid selalu menyelimuti :a: Panggil kami kembali ya Robb....






No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...