Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Friday, June 14, 2013

Bukan Sekedar Mimpi [ lagi ]

Suatu malam di atas pembaringan favorit kami, "Beb aku mau nabung buat jalan ke New Zealand bareng anak caprux ya? boleh ngga ?" dan jawabannya "Kita umroh aja yu beb, nunggu haji gilirannya lama takut umur kita pendek." ga nyambung banget ya jawabannya tapi waktu itu langsung saya tanggapi dengan suka cita soalnya sudah lama keinginan untuk umroh itu ada tapi setiap saya ajak Bebo #panggilan sayang yg baru buat akang# dia selalu bilang "ngga ah, saya mau nunggu haji saja". Alhamdulilah akhirnya Allah menggerakkan juga hatinya untuk melaksanakan umroh.

Mulailah saya sibuk mencari info dari beberapa saudara dan teman yang sudah pernah melaksanakan umroh, pilih travel yang pelayanannya baik dan tentunya murah dong. Akhirnya setelah menimbang dan membandingkan dari beberapa travel yang mereka rekomendasikan, pilihan saya jatuh kepada Qiblat Tour yang beralamat di Jl.Taman Cibeunying Selatan No.15 Bandung - Jawa Barat. Persyaratan yang harus disiapkan adalah pasport, surat nikah, kartu meningitis, dan foto 4x6. Jadwal keberangkatan kami tanggal 14 Mei-22 Mei 2013 dengan pembimbing Drs.KH.A.Totoh Gojali, M.Ag. Semua jamaah akan diberangkatkan dari Pusdai Bandung jam 00.00, ada kejadian yang bikin kita lumayan tegang sebelum berangkat, pada saat manasik sudah diberitahukan bahwa koper yang akan masuk bagasi sudah harus dikirim ke kantor Qiblat Tour tanggal 13 Mei sampai jam 15.00 WIB dan kami berdua benar-benar lupa padahal packing sudah siap dari pagi, sampai akhirnya jam 18.00 WIB mereka telpon dan menanyakan kenapa koper belum dikirim, langsung deh panik dan segera berangkat ke kantor Qiblat Tour berharap mereka masih mau menunggu, alhamdulilah saat kami sampai mereka masih membereskan koper-koper yang akan diberangkatkan terlebih dahulu ke air port. Selama perjalanan menuju Soetta Air Port pembimbing kami tidak berhenti mengajak terus berdoa, berdzikir, dan memberikan tausiah.

Menggunakan Saudi Air Line kami berangkat dari Soetta Air Port jam 06.30 WIB menuju Madinah, tiba di Madinah sekitar jam 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS), perbedaan waktu antara Indonesia dengan Arab Saudi sekitar 4 jam. Dari Madinah Air Port dilanjut menggunakan bis menuju hotel Elaf Taibah. Hotel ini sangat dekat dengan Mesjid Nabawi Madinah, sekitar 50 meter ke gerbangnya, duuhhh senengnya karena ga perlu jalan jauh :c: rencananya kami akan tinggal di kota Madinah selama tiga hari. Yang bikin senengnya lagi kamar hotel kami langsung menghadap ke Mesjid Nabawi, alhamdulilah bisa melihat keindahan mesjid ini dari atas apalagi kalau saat malam tiba Subhanalloh mesjid ini jadi tambah keren.

foto didepan hotel Elaf Taiba, terlihat kan pintu gerbang ke Nabawi ? jaraknya hanya 50 m
Mesjid Nabawi dari jendela kamar hotel, saat malam terlihat lebih indah
Udara di Madinah saat itu memang panas, katanya mencapai 37 derajat  tapi karena mesjidnya dekat jadi sangat tidak berasa panasnya dan memang anginnya juga sejuk. Masuk ke dalam mesjid akan terasa lagi kesejukannya dan takjub karena pintu maupuan pilarnya dilapisi emas. Melaksanakan sholat lima waktu maupuan sholat-sholat sunah di mesjid Nabawi benar-benar terasa beda jika kita sholat di mesjid-mesjid yang ada di Indonesia, padahal sama-sama menghadap Allah ya tapi hati ini rasanya lebih dekat kepada-Nya dan juga kepada Baginda Rosul, apalagi saat melaksanakan sholat sunah di dekat makam Rosul duuuhhh air mata ini ga bisa berhenti menetes deras. Di mesjid inilah pertama kalinya saya melakukan sholat Jum'at, kalau di Indonesia kan sholat Jum'at itu hanya diikuti oleh para kaum lelaki. Selain beribadah kami juga di bawa pembimbing berziarah ke makam para sahabat dan istri Rosul, berkunjung ke bekas rumah-rumah para sahabat Rosul yang sudah dijadikan Mesjid, ke tempat pelantikan para sahabat, daaannnn shoping disekitar mesjid juga ke perkebunan kurma dan ke percetakan Al-Qur'an.

Mesjid Nabawi itu megah, sejuk, dan nyaman

Hari keempat tiba saatnya melaksanakan ibadah umroh, untuk memasuki Masjidil Haram sudah harus berniat umrah yang di mulai dari tempat miqats di A'bar Ali.  Sebelum menuju tempat miqats harus mandi wajib dan pakaian diganti terlebih dahulu di hotel tanpa niat, untuk wanita harus menutup aurat, yang boleh terlihat hanyalah telapak tangan dan wajah sedangkan bagi laki-laki berpakaian ihrom. Sampai di tempat miqats melakukan sholat sunah 2 rakaat kemudian berniat "Labbaikallohumma umrotan" dan melajulah kami menuju Masjidil Haram Mekkah. Selama perjalanan pasangan suami istri dipisahkan dulu  untuk menghindari percekcokan kecil dan supaya tidak mengundang syahwat jika bersentuhan, katanya sih setan akan berusaha sekuat tenaga menggagalkan niat umroh kita. Jika kita melakukan hal yang dilarang saat akan melaksanakan umroh maka akan dikenakan denda atau harus mengulang kembali berniat di tempat miqats. Selama perjalanan saya dihadiahi pemandangan yang indah, SUNSET di padang pasir, Allah memang Maha Pemurah, tempat duduk saya sebenarnya ada disebelah kiri tapi saat menuju Mekkah dari tempat miqats saya ditarik salah satu jemaah umroh untuk duduk disebelahnya di bagian kanan tempat dimana saya bisa dengan puas memandang sunset, Allah Maha Tahu i love sunset so much...

saat akan berniat umroh, masih boleh pegang-pegang hehe
sunset di padang pasir
Tiba di Mekkah jam 20.00 WAS langsung menuju hotel Elaf Al Mashaer untuk cek in, kami masih harus menjaga aurat baik di depan suami maupun teman wanita, jadi jika ingin membuka kerudung haruslah di kamar mandi atau saat kita sendirian. Sekitar jam 22.00 WAS kami mulai siap-siap menuju Masjidil  Haram, dari hotel ke mesjid memang tidak sedekat saat di Madinah, jaraknya sekitar 250 meter. Masuk dari gate 1 Masjidil Haram, yang pertama kali kami lakukan adalah sholat sunah dan sholat isya, kemudian masuk ke dalam dan......sebuah bangunan berbentuk segi empat berwarna hitam....Subhanalloh yang didepanku itu Kabah !!! benarkah ? inikah ? mimpikah ? semua berkecamuk dalam pikiran saya....hati saya seperti bongkahan es yang meleleh keluar melalui mata yang tidak bisa saya hentikan, Allahu Akbar berkali-kali saya ucapkan karena masih belum percaya saya berdiri di depan Kabah #nulis bagian ini juga mata langsung berkaca-kaca, hati jadi sesak dan rasa rindu kepada Kabah muncul lagi...panggil aku kembali ya Rabb# Dimulai dengan thawaf 7 kali, sholat di belakang makam Ibrahim, minum air zam-zam, melaksanakan sa'i antara Shofa ke Marwa 7 kali, dan diakhiri tahalul. Alhamdulilah pelaksanaannya selesai pada jam 04.00 WAS, semua diberi kelancaran, kemudahan dan kekuatan terutama untuk seorang nenek yang sudah berusia 83 tahun, tanpa mengeluh beliau ikuti semua pelaksanaannya.


اَللّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفاً وَتَعْظِيْماً وَتَكْرِيْماً وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَعَظَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ اَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفاً وَتَعْظِيْماً وَتَكْرِيْماً وَبِرّاً
Ya Allah tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pada orang-orang yang memuliakannya dan mengagungkannya dari orang-orang yang berhaji dan umroh kemuliaan, kebesaran, kehormatan dan kebaikan.
Umroh selesai bukan berarti selesai juga ibadah kita, harus memaksimalkan ibadah mumpung ada di Baitulah, memperbanyak thawaf karena tidak akan pernah kita temukan di Indonesia, memperbanyak doa didepan multazam, sholat sunah di Hijir Ismail maupun di belakang makam Ibrahim. Rasa malas yang selalu dirasakan saat di rumah jika adzan berkumandang benar-benar hilang, semangat kami mungkin melebihi 100%, sayang rasanya kalau melewatkan sholat di Masjidil Haram, berjalan kaki di bawah terik matahari  dan menghisap debu dari bangunan-bangunan di sekitar jalan menuju mesjid benar-benar tidak menghalangi kami.

Udara di Mekah lebih panas dari Madinah, ga ada angin sejuk yang ada cuma debu, pertokoan di Mekah juga ramai seperti di Madinah tapi buat saya dan bebo sama sekali tidak tertarik untuk masuk ke mall karena kami harus menyimpan tenaga dan mengurangi jalan agar kami bisa kuat melaksanakan thawaf sunah, kecuali hari terakhir karena baju gamis saya kehabisan semua kotor oleh keringat. Untungnya saya ikutin saran dari saudara dan teman agar berbelanja untuk oleh-oleh di Madinah saja karena harganya lebih murah jadi di Mekah benar-benar menyiapkan diri untuk lebih banyak beribadah. Rutinitas di Mekah dimulai dengan melaksanakan thawaf sunah setiap hari jam 02.00 WAS, pembimbing akan membangunkan para jemaah untuk melaksanakan thawaf, sholat sunah dan sholat subuh kemudian kembali ke hotel sarapan dan istirahat kecuali pada hari kelima setelah sarapan diajak berziarah ke tempat bersejarah dalam islam dan ke peternakan unta, hari keenam setelah sarapan diajak ke Jedah untuk shoping dan mengunjungi Masjid di Laut Merah, dan hari ketujuh setelah sholat subuh diajak ke tempak Rosul dilahirkan. Pelaksanaan thawaf sunah selalu dilakukan setiap kita akan memulai sholat di Masjidil Haram, pada hari keenam dan ketujuh pembimbing memberikan tausiah setelah sholat magrib untuk mengingatkan kepada kami agar setelah kembali ke tanah air kita tidak lagi menyepelekan atau menunda sholat dan memperbanyak sholat sunah.

Masjidil Haram itu lebih penuh sesak dari Mesjid Nabawi, harus lebih sabar untuk mencari tempat sholat jika ingin langsung menghadap Kabah
Hari Kedelapan adalah saat terakhir kami di Mekkah dan hari terakhir dalam perjalanan paket Umroh dengan Qiblat Tour. Seperti biasa dibangunkan jam 02.00 WAS dan setelah sholat shubuh melakukan thawaf perpisahan dengan Kabah, rasanya masih belum ridho harus kembali ke Indonesia, entah kapan saya bisa bertemu lagi dengan Kabah, semua jemaah menangis merasakan hal yang sama dengan saya,  berat sekali rasanya meninggalkan kenikmatan ini. Doa semua jemaah sama yaitu "Semoga Kau memanggil kami kembali ya Allah"

Jam 09.00 WAS kami menuju Air Port di Jeddah dan lucunya nomor kursi yang ada di tiket tidak berlaku, pramugari membebaskan kami untuk memilih tempat duduk sendiri, jadi kacau kan ? alasannya pramugari suka puyeng karena jemaah umroh dari Indonesia tidak bisa di atur #satu pesawat itu isinya semua jemaah umroh dari Indonesia# kalau menurut saya sih malah tambah kacau dan bikin ribet karena tempat duduk yang seharusnya diduduki saya sudah diisi oleh orang lain, untungnya dapat tempat duduk diatas di pinggir jendela pula :c: eh iya pramugari Saudi Air Line itu menurut saya judes dan galak-galak mungkin karena kesel sama orang Indonesia yang susah di atur itu kali ya. Sampai di Indonesia jam 04.00 WIB dijemput kembali oleh crew Qiblat Tour menggunakan bis menuju Bandung. Alhamdulilah semua lancar, terimakasih Ya Allah atas semua nikmatmu ini...

Jamaah Umrah Qiblat Tour
















No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...