Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Tuesday, April 16, 2013

Day 3 : Winter Sonata Tour

Di tahun 2002 tentu masih ingat ada drama korea yang sangat mengharu biru menguras air mata, waktu itu saya masih pengangguran jadi ga pernah lepas dari drama ini, cerita tentang sepasang kekasih yang terpisah karena kecelakaan yang mengakibatkan salah satunya menjadi hilang ingatan. Drama ini mendapatkan banyak penghargaan dan mendapat rating baik di setiap negara Asia yang memutarnya. Pemerintah Korea kemudian menjadikan salah satu tempat syutingnya yaitu Nami Island sebagai tempat wisata. Penggemar drama ini sudah pasti akan memasukan Nami Island sebagai salah satu destinasi wisata di Korea Selatan. Saya sendiri sebenarnya bukan penggemar berat drama ini soalnya terlalu sedih dan bertele-tele tapi waktu itu saya suka banget melihat tumpukan saljunya makanya saat diajak ke Korea Selatan langsung deh syarat utamanya harus saat musim salju turun dan kebetulan beberapa teman yang ikut ternyata penggemar berat Winter Sonata jadi tempat ini cocok buat kami kunjungi, saljunya dapat jejak dramanya juga dapat.
Nami Island
Dihari kedua kami tertinggal bus yang khusus melayani wisata ke Nami Island jadi hari ketiga ini ga boleh dong ketinggalan lagi, jam 6 pagi kami sudah siap dan berkumpul di depan hostel, sekitar jam 7 pagi kami sudah mulai berangkat menuju Letto World tempat mangkalnya bus khusus yang akan mengantar kami ke pulau Nami, ga ada tuh foto-foto dulu dijalan lagian semakin hari cuacanya semakin dingin, salju juga mulai mengeras menjadi es jadi jalanan licin banget. Bis berangkat jam 9 pagi sementara kami sudah tiba di depan Lotte World jam 8 mana cuacanya edan super duper dingin katanya sudah minus 15 untung ada yang jual hot chocolate 1000 won, lumayanlah bisa ngangetin tangan. Transportasi di Korea ternyata tepat waktu ngga kaya di negara kita, jam 8.55 itu bis udah parkir depan gedung Lotte World kami diminta membayar 23.000 won untuk tiket masuk, naik feri, dan ongkos pulang pergi.
Perjalanan menuju Nami Island sekitar 1,5 jam lumayan bisa tidur dengan penghangat. Pulau nami ini terletak di Banghari Namsan Chuncheon. Diambil dari nama Jenderal Nami yang telah dituduh berkhinat kepada Raja Sejo oleh penghuni istana yang merasa iri kepadanya, setelah sang Jenderal terbunuh Raja akhirnya mengetahui bahwa tuduhan tersebut palsu sehingga beliau menghadiahkan sebuah pulau kepada kerabat sang Jenderal dan dipulau inilah sang Jenderal dimakamkan. Pulau ini kemudian menjadi terkenal setelah dijadikan tempat syuting drama Winter Sonata, katanya waktu terbaik mengunjungi pulau ini adalah saat musim gugur dan musim salju.

pemandangan sepanjang jalan
Bis berhenti di dermaga Gapyeong kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan sebuah feri, saat turun dari bis gila cuacanya lebih dingin lagi, 4 lapis baju sudah ngga bisa menahan hawa dinginnya, gigiku sampai pada bunyi dan bibir menjadi kaku, langsung saja saya cari tempat didalam dan sangat tidak tertarik  berdiri dipinggir feri menikmati perjalanan selama 10 menit itu. Nyesel kenapa ngga pakai jaket si bulu angsa yang tebal itu, sekali lagi SALAH KOSTUM, pengen narsis berakibat tidak bisa bergerak dengan nyaman. Sesampainya di Pulau Nami kita disambut dengan hamparan salju dan ucapan selamat datang, ada taman dengan batu besar yang berhuruf korea entah apa artinya, tersedia juga kereta mini dan mobil tur tapi jika memakai fasilitas tersebut kita tidak bisa minta turun untuk foto-foto jadi kami memutuskan jalan sambil cari minuman hangat. Yang paling saya suka adalah ruang toiletnya, soalnya cuma disini kita bisa menghangatkan badan secara gratis :f: selain itu kita juga bisa nulis nama kita di dindingnya.
 
Pohon lebat yang berderet ini salah satu ciri khas dari pulau Nami
peta pulau Nami
penjaga pulau Nami kalau bukan winter katanya dia telanjang
Inilah yang bisa kita nikmati di Pulau Nami
di WC pulau ini ga usah ngerasa bosan karena akan ditemani buku-buku sambil nongkrong di toilet dan dindingnya penuh dengan nama para pengunjung pulau
Pulau Nami memiliki slogan "semua bersaudara" hal ini bisa kita lihat mulai dari feri yang dihiasi bendera-bendera beberapa negara kemudian di pulaunya sendiri juga terpampang papan-papan yang menampilkan tempat beberapa negara dengan benderanya, kemudian juga ada tulisan selamat datang dengan berbagai bahasa, Indonesia ada loh !!!


Selain patung-patung, taman, rumah tradisional, rumah makan, ternyata ada mushola jadi ngga perlu khawatir buat orang muslim saat waktu sholat tiba. Yang saya suka banyak banget Mr. Snowman yang bisa kita temui dan tentunya salju dimana-mana, tamannya tertutup rapat oleh salju jadi didepan mata kita hanya ada hamparan salju. Hati-hati kalau jalan, kami sering sekali tergelincir kalah sama tupai yang bayak berkeliaran di Pulau ini.
sejauh mata memandang yang ada hanya salju yang mengcover seisi pulau ini, alhamdulilah mimpi saya tercapai, merasakan salju...like it banghet deh
mushola
i love you Mr.Snowman
Nemu makhluk lucu

Buat menghangatkan badan ada beberapa makanan yang bisa kita nikmati seperti bakpau dan kue beras yang bisa kita temui dipinggir-pinggir jalanan atau bisa juga masuk restoran. Makan siang kami waktu itu adalah chicken BBQ dan buat saya selama 3 hari di Korea itu adalah makanan terenak yang pernah saya dapatkan. Dengan harga 21.000 Won kami mendapatkan nasi, ayam bakar, kimchi dan sayur.

pintu gerbang ke wilayah restoran-restoran
kalau ada kesempatan buat menghangatkan badan, kita pasti mampir tuh
makan siang, chicken BBQ
Jam 16.00 kami sudah harus menuju Seoul, supir bis mengingatkan kami untuk meninggalkan pulau Nami jam 15.00 tapi kami memutuskan utnuk meninggalkan pulau tersebut lebih awal sekitar jam 13.30 karena sudah bingung mau kemana lagi. Sambil menunggu bis berangkat kami menunggu di mini market dengan minuman hangat. Bye bye Nami Island semoga bisa kembali saat musim gugur.
sambil nunggu bis daripada kedinginan, ngopi dulu yuuuu
mereka bertiga adalah teman saya waktu di SMP kanan atas, di SMA kiri bawah dan waktu kuliah kanan bawah
full team, awalnya tidak saling kenal tapi bisa menjadi team yang solid ;)



back                                                                                                                                            next


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...