Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Tuesday, January 22, 2013

Pantai-pantai Cantik di Sepanjang Gunung Kidul

Seperti yang sudah saya katakan, di hari kedua ini perjalanan tidak sesuai dengan itinerary yang sudah dibuat karena mendapat penginapan gratisan :f:  kali ini yang berangkat hanya berempat karena Ari dan yang lainnya setelah menikmati wisata Goa langsung kembali ke Semarang.  Rencananya sih pengen menikmati beberapa pantai yang ada di Gunung Kidul, yang sudah direncanakan adalah pantai Sundak, pantai Pok Tunggal, Pantai Kukup dan Pantai Baron, tapi saat menuju perjalanan ke pantai Baron dari  Air Terjun Sri Gethuk saya melihat papan arah menuju Pantai Ngobaran, terbesit kalau nanti saya akan mengajak mereka kembali menggunakan jalur ini saat pulang meskipun jaraknya lebih jauh karena kata yogyes di Pantai Ngobaran ini bisa menikmati landak laut yang hanya bisa ditemui pada sore hari. Makanya saya ajak dulu mereka menuju pantai Baron baru balik lagi ke pantai Ngobaran, untung mereka menyerahkan segalanya pada saya kalau urusan destinasi wisata #mereka ga tahu dan ga sadar dikerjain :f: #

Memasuki wilayah pantai-pantai di Gunung Kidul  kita akan membayar tiket Rp 4000/orang itu untuk semua pantai, murah banget kan ? tapi nanti ada biaya parkir di setiap pantai sebesar Rp 5000. Kami sampai di wilayah pantai Gunung Kidul ini sekitar jam 14.00 WIB, kayanya ga mungkin semua pantai yang sudah direncanakan bisa dikunjungi jika ingin makan landak laut sore hari di pantai Ngobaran, makanya saya usulkan hanya dua pantai saja yaitu pantai Sundak dan pantai Pok Tunggal. Menurut saya dua pantai ini sudah sangat mewakili wisata pantai di Gunung Kidul.


Pantai Sundak 

Nama pantai ini diambil dari sebuah kisah perkelahian antara anjing #aka asu# dan landak yang membuat seorang nelayan menghampiri mereka, kemudian nelayan itu menemukan sebuah mata air ditempat perkelahian tersebut dan ketika menunjukan tempat mata air itu kepada masyarakat sekitar dia katakan air itu ada di tempat terjadinya perkelahian asu dan landak disingkat menjadi sundak. Begitu kira-kira yang pernah saya baca di yogyes, tapi berantemnya kaya apa ya landak ko bisa nantang anjing :f:

Pantai Sundak
Pantai ini memiliki ombak yang sangat besar, kita hanya bisa menikmati dipinggir-pinggir pantainya saja, air lautnya jernih dengan pasir putih yang kasar jadi kalau berjalan tanpa alas kaki lumayan juga agak sakit, saat surut bisa melihat hamparan rumput laut dengan ikan-ikan kecilnya, kadang juga bisa ditemui bintang laut yang masih bayi dan makhluk-makhluk lucu lainnya.

batu-batu seperti ini banyak ditemui hampir disemua pantai yang ada di Gunung Kidul
binatang yang lucu-lucu yang hidup di karang-karang, bisa kita lihat saat air laut sedang surut
pantai ini ramai oleh anak-anak sekolah dan para pemancing ikan
batu-batu ini yang bikin pantai di Gunung Kidul terlihat cantik


Pantai Pok Tunggal

Sempat terpikir kalau kami salah arah atau salah masuk karena papan nama pantainya masih pakai tulis tangan dengan gambar pohon. Pantai ini tempatnya agak sulit dijangkau, rasanya seperti membelah tebing batu, disepanjang jalan berdiri kokoh tebing batu yang tinggi dengan pohon-pohon yang tumbuh dengan subur, kondisi jalannya masih berbatu, berkelok-kelok dan sempit jadi jika papasan dengan mobil dari arah berlawanan salah satu harus mengalah mencari tempat yang agak lebar untuk berhenti.


jalan menuju pantai Pok Tunggal

Setelah 2 km kami menikmati pemandangan tebing dan pohon, pantai akan terlihat saat kita menuruni turunan jalan, jadi terlihat bagus saat kita bisa melihat pantai dari tempat yang lebih tinggi :c: Pantainya sih sama aja seperti di pantai Sundak tapi lebih sepi, masih dengan batu-batu karang yang mengitari pantainya, pasir putih yang kasar, air laut yang bening dengan hamparan rumput lautnya, dan payung-payung warna warni d sepanjang pantai. Yang bikin beda adalah sebuah pohon yang ada dipinggir jalan dekat dengan pantai, jadi bikin pantai ini terlihat lebih indah.

pohon yang menjadi ciri khas pantai Pok Tunggal
Akang sih tidak tertarik lagi menikmati pantai karena katanya sama aja dengan Pantai Sundak ditambah kondisi Joe yang tambah ngedrop, jadinya hanya saya dan istrinya Joe, Selin, yang menikmati pasir putihnya meskipun sebentar, hanya untuk menghilangkan rasa penasaran saya saja :f:

hanya kami berdua yang menikmati pantai Pok Tunggal
semua pantai di Gunung Kidul itu ya begini apapun itu nama pantainya kecuali pantai Baron yang katanya pasirnya berwarna hitam
 Pantai Ngobaran

Satu lagi nih pantai yang bikin saya penasaran, di pantai ini ada yang beda dari pantai yang ada di Gunung Kidul pada umumnya. Di pantai Ngobaran kita bisa melihat ada tempat peribadatan dari dua agama  yang diakui pemerintah yaitu Hindu dan Islam dan dua kepercayaan yaitu Kejawan dan Kejawen #cuma beda satu hurup tapi katanya beda yang disembah#. Tempat peribadatannya semua berdiri berdampingan, selain itu juga banyak patung-patung yang berdiri kokoh, salah satunya patung penjaga pantai Selatan.

Pantai Ngobaran

Penjaga pantai selatan

coba deh perhatain, batu karang yang ada di Pantai Ngobaran ini mirip binatang ya
beberapa patung penghuni pantai Ngobaran
Ternyata untuk mencapai pantai ini lumayan jauh, dari persimpangan jalan yang kami lewati setelah pulang dari air terjun Sri Gethuk ada sekitar 1 jam #berapa kilo tuh ? dan jalannya pun sempit, naik turun bukit, tapi sudah beraspal, jadi ga enak sama yang lain karena ini kan hanya mengikuti ego saya yang penasaran sama pantai Ngobaran, padahal akang sudah ingin pulang apalagi si Joe malah jadi demam.

jalan menuju pantai Ngobaran
Sampai di tempat tujuan jam 5 sore, loket juga sudah tutup tapi masih bisa masuk, kalau lihat di kaca loket sih bayar masuknya Rp 3000/orang. Saya pikir karena sudah sore pasti cuma ada kami saja dan takutnya rumah makan sudah tutup ternyata sesampainya disekitaran patung-patung tempat peribadatan itu masih banyak orang. Sayangnya saya ga bisa menikmati pasir putih dan air lautnya karena harus menuruni tangga dan cuaca tidak mendukung, awannya gelap banget, bikin tempat ini jadi tambah bernuansa mistik :j:


narsis sendiri aja diantara patung-patung penghuni pantai Ngobaran, yang lain udah kecapean

lihat ngga muka bebo yang cemberut, dia udah ga betah berlama-lama di pantai Ngobaran katanya dia merasakan sesuatu yang aneh di komplek candi-candi ini :f: pasti karena kecapean
Tujuan saya ke pantai Ngobaran adalah untuk menikmati masakan landak laut, sampai di tempat tujuan langsung parkir depan rumah makan yang jual ikan bakar tapiiiiii yang saya inginkan ternyata tidak ada malah yang punya rumah makan bingung juga terlihat mengernyitkan dahi tanda sedikit kaget waktu saya tanya ada menu landak laut apa tidak, dia bilang yang ada hanya ikan bakar saja, begitupun rumah makan lain yang ada disekitar tempat ini mengatakan hal yang sama. Ko ga sesuai dengan info dari yogyes ya, tau gitu makan aja di wilayah komplek pantai Baron :i: tapi ada yang unik disini rumput laut dibuat seperti peyek, rasanya enak dan gurih.

menikmati peyek rumpuk laut dan ikan ekor kuning, landak lautnya manaaaaa :m:

Selesai makan kami tidak berlama-lama lagi karena hari sudah malam, rasanya males deh malam-malam ditambah hujan rintik-rintik harus melalui jalan-jalan sempit yang berkelok dan naik turun. Haduh maaf ya :m:

yu kita pulang, hati-hati pas tikungan tajam kalau malam ga kelihatan



back                                                                                                                                            next

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...