Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Tuesday, October 16, 2012

Menjangkau Anak Krakatau

Krakatau adalah sebuah gunung yang pernah memakan korban sekitar 36 ribu jiwa pada letusan di tahun 1883, letusannya  menghancurkan sekitar 60% bagian gunung sehingga terbentuk sebuah lubang kaldera yang besar  berdiameter 7 km.  Setelah letusan tersebut kegiatan vulkanik di bawah permukaan laut terus berlangsung sampai pada tahun 1927 muncul sebuah dinding kawah yang muncul dari perut bumi akibat erupsi sampai akhirnya membentuk sebuah pulau yang kemudian dinamakan Anak Krakatau.  Gunung Anak Krakatau sampai saat ini terus aktif dan sering terjadi letusan kecil yang disertai lontaran abu vulkanik dan memuntahkan lava pijar meskipun begitu kata ahli gunung api, Anak krakatau ini masih relatif aman. Mungkin karena sering terjadi letusan kecil dan memuntahkan larva tapi tidak membahayakan maka gunung ini menjadi  daya tarik bagi para wisatawan khususnya wisatawan manca negara  yang ingin melihatnya langsung, katanya pemandangan yang paling indah itu di malam hari saat terjadi muntahan larva.
 
Cagar Alam Krakatau
Saya berkesempatan menikmati pesona gunung anak krakatau pada saat dia sedang tidur, jadi sangat aman jika ingin menjangkau sampai puncaknya.  Jujur saja seumur hidup saya tidak pernah mendaki gunung kecuali gunung geulis yang ada di jatinangor saat jamannya ngeceng anak pencinta alam, itupun mungkin kategorinya bukan sebuah gunung tapi bukit hanya namanya saja  gunung geulis. Kemudian gunung kedua adalah gunung papandayan itu juga ngga sampai puncak hanya di sekitar sungai , menjangkau tempatnya juga dengan menggunakan mobil, jadi bisa dikatakan saya BELUM PERNAH NAIK GUNUNG. Rasa penasaran yang begitu memuncak yang membuat saya nekat menjangkau Anak Krakatau dan sangat dengan sadar bahwa saya sebenarnya tidak akan kuat mencapainya meskipun sudah dibelikan sepatu tracking sama bebo. Kenyataannya memang saya adalah orang kedua terakhir yang bisa mencapai puncak gunung Anak Krakatau ini #setidaknya masih ada orang dibelakangku# :f: . Apalagi naiknya memang lumayan sulit karena yang kita injak adalah pasir bukan tanah padat, jadi kebayangkan setiap menginjakan kaki maka kaki kita akan memblesuk ke dalam dan itu menurut saya lebih membuat pegal di paha.
 
Dikasih pengarahan dulu sebelum naik gunung

Naik naik ke puncak gunung, cape cape sekali :P

Penuh perjuangan dengan posisi kedua terakhir

Akhirnya sampai juga, yayyy !!!

Pemandangan dari puncak Anak Krakatau

Semua lelah dan pegal di paha hilang seketika setelah mencapai puncak, terganti dengan pemandangan yang begitu indah, dari pucak kita bisa melihat lautan luas dan gunung Krakatau #sebelum terbentuk anak krakatau# disertai cahaya matahari yang mulai naik.  Saat matahari mulai mendekati  atas kepala, kami mulai meninggalkan puncak Anak Krakatau, kalau mau turun lebih cepat bisa sambil lari karena ngga ada halangan apapun kalau jatuhpun ngga akan sekeras jatuh di tanah. Tapi pasirnya mulai terasa panas karena terkena matahari, kebayang ya saat gunung ini batuk pasti pasirnya jauh lebih panas lagi.
 
Smari kita turun, ayooo balapan guys !!!

Kalau cape makan dengan menu seadanya juga berasa nikmat banget, alhamdulilah

Sampai di bawah saya bilang pada diri saya sendiri, ini adalah gunung pertama dan terakhir yang saya injak, untuk selanjutnya lebih baik saya nikmati keindahan gunung dari foto-foto teman saja :f:
 
Gunung Krakatau

Gunung Anak Krakatau


back                                                                                                                                            next





No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...