Translate

Foto Saya
Blog ini hanyalah berupa tulisan tentang apa yang kurasakan, kualami, kuinginkan, kulihat dan yang pernah kubaca... terserah mau suka atau tidak dengan isinya karena aku tidak pandai becerita apalagi menulis tapi lebih baik menulis dan jadi sampah, daripada tidak menulis dan jadi sampah di pikiran

Jumat, Agustus 17, 2012

Bromo...Gunung Suci Masyarakat Tengger


Gunung Bromo...pesonanya begitu memukau banyak orang, suatu hari temenku dari luar Jawa tanya sudah pernah ke Bromo ? saya bilang belum, wah masa tinggal di Pulau Jawa belum pernah mampir di tempat sebagus itu timpalnya, hadeuuhhh ni pernyataannya bikin kuping panas dan bikin otakku mulai merencanakan perjalanan ke Bromo sebuah gunung berapi yang masih aktif di daerah Jawa Timur. Gunung yang mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Probolinggo Kecamatan Ngadisari. Gunung Bromo ini dipercaya sebagai gunung suci oleh penduduknya yaitu suku tengger, setiap setahun sekali mereka mengadakan upacara  di sebuah Pura yang ada di bawah kaki gunung dan di puncak gunung, biasanya upacara dilaksanakan pada tengah malam bulan purnama tanggal 14 atau 15 bulan kesepuluh atau kasodo menurut kalender Jawa maka dari itu upacara ini dikenal dengan Upacara Kasodo. 



Berangkat dari Cirebon menggunakan bis malam, sampai di terminal malang dini hari, dari terminal malang balik arah lagi naik bis ke arah probolinggo soalnya kelewat :n: seperti kata pepatah malu bertanya sesat di jalan, karena so tau jadi ga mau nanya ke kondektur dimana seharusnya turun kalo ingin menuju ke Bromo. Di terminal malang juga sebenernya ada angkutan yang langsung ke sana, pake mobil carteran sejenis mobil carry daihatsu, cuma mahal banget, 500 rb.  Sesampainya di terminal probolinggo naik lagi angkutan desa sejenis mobil colt ke arah kecamatan Ngadisari dan nunggu berangkatnya lama banget, malah bisa makan dulu bahkan bisa cari atm dulu pake ojek. Jalan menuju bromo lumayan berkelok kelok dan nanjak pastinya kan namanya juga naek gunung, semakin ke atas akan semakin terasa udara dingin menyejukkan. 

Cape karena perjalanan jauh jadi hilang begitu saja setelah menghirup udara dinginnya Bromo, segeeeeer rasanya, udara yang ga pernah saya dapatkan di Cirebon. Beruntung  masih dapat hotel yang bisa langsung melihat pemandangan ke Gunung Batok dan Kawah Bromo, hotel Bromo Permai meskipun yang kosong tinggal kamar family tapi ga apa apa deh yang penting tempatnya lumayan nyaman. Setelah berkeliling sebentar disekitar hotel saya memutuskan untuk mulai menuju kawah Gunung Bromo. Untuk sampai ke tempat itu bisa ditempuh dengan jalan kaki atau juga bisa menunggang kuda yang sudah banyak tersedia didepan hotel. Kalau jalan kaki sudah pasti cape banget buat yang ngga biasa jalan seperti saya, jadi ahirnya memutuskan untuk naik kuda

mencapai kawah harus melewati padang pasir terlebih dahulu
berkuda

Sesampainya di kaki kawah Gunung Bromo, saya dihadapkan dengan situasi yang sangat tidak saya suka, ada tangga yang sangat banyak, nafasku itu sangat pendek selain karena punya asma juga jarang olahraga, mau ga mau tu tangga harus dilalui kalau mau mencapai kawah. Tapi lelah dan pegal terbayar dengan keindahan lautan pasir dan pura Hindu yang ada di kaki gunung. Bau belerang tercium sangat menyengat, didalam kawah terlihat banyak barang barang yang ga terlalu jelas apa, mungkin itu adalah barang sesaji saat upacara Kasodo. Sayang sekali cuaca sangat tidak mendukung, tidak bisa terlalu lama menikmati keindahan kawah bromo karena hujan mulai turun. Ternyata hujan itu cuma pas di atas kawah, sesampainya dibawah sudah kering lagi, mau naik lagi aduh ga mungkin deh jadi dengan sedikit kecewa akhirnya kembali ke hotel, tapi kekecewaan itu terobati dengan sunset yang muncul dari gunung batok.

orang lain sih sempet-sempetnya ngitungin anak tangga, saya sih ngos-ngosan karena cape dan kaki pegal
dibelakangku itu Gunung Batok
pura di bawah kawah Bromo






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...