Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Tuesday, August 14, 2012

Ada SILO dalam perjalanan cintaku

Ga kerasa udah hampir 2 tahun ini setiap weekend bulak balik Cirebon-Cilegon  karena jam kerja suamiku yang ngga jelas liburnya #sering weekend harus masuk kerja# mau ga mau saya yang harus mengalah, kalau nunggu liburnya dia sih entah sebulan berapa kali bisa ketemu.  Perjalanan yang harus ditempuh tidak ada cara lain selain memakai jalur darat, alternatifnya hanya bis, kereta api atau kendaraan pribadi. 
  • Pake kendaraan pribadi pastinya bakalan sangat cape dan pasti banyak istirahatnya karena ngantuk, waktu jadi tambah lama. 
  • Pake kereta api sebenernya lebih nyaman, Cirebon-Jakarta 3 jam terus cari kendaraan umum ke slipi baru ke cilegon jadi kurang lebih memakan waktu 6 jam sampai di Cilegon, yang jadi masalah saya males turun naek kendaraan dan paling ga berani kalau di Jakarta. 
  • Pake bis ada 2 alternatif, Cirebon-Bandung-Cilegon atau Cirebon-Cilegon, kalau lewat Bandung dibutuhkan waktu paling lama 10 jam, bis yang tersedia 24 jam ada ekonomi ataupun eksekutif, sementara kalau langsung ke Cilegon dari Cirebon butuh waktu 7 jam #kalau tol dalam kota jakarta macet# tapi bis yang tersedia hanya ekonomi.
Dari ketiga alternatif itu sebenarnya ga ada yang bikin saya nyaman dan bisa mempersingkat waktu, tapi harus memilih kan :m: setelah ketiganya saya coba akhirnya saya pilih memakai bis dari Cirebon langsung ke Cilegon. Ekonomi ??? awalnya dengernya aja udah terlintas dipikiran saya perjalanan yang akan sangat melelahkan karena namanya ekonomi pasti banyak berhenti, berjalan dengan lambat kaya kura-kura, panas, berjejalan, banyak tukang jualan dan pengamen. Tapi bis yang satu ini beda, meskipun labelnya ekonomi pelayanan jasanya hampir mendekati bis eksekutif, yang membedakan cuma kursinya aja 2-3 jadi lebih sempit, soal kecepatan malah bis eksekutif kalah tuh, karena supirnya emang senengnya tancap gas ampe pool, ga ada tuh kebiasaan berhenti dalam setiap beberapa kilometer dan nunggu penumpang ampe penuh, telingapun ga diganggu dengan teriakan tukang asongan atau pengamaen #kecuali ditempat pemeriksaan bis# dan yang pastinya ga kepanasan karena ada AC.

Nama bisnya "sahabat" tapi lebih dikenal dengan nama SILO kang Ato, kalau yang sering lewat jalan pantura pasti selalu lihat bis-bis ke merak dari mulai Lur Agung, Bhineka, Sahabat, Dedy dll tapi setiap bis punya namanya sendiri yang ditempel besar-besar di kaca depan, dulu sih saya pikir tulisan itu cuma buat asal mejeng doang ternyata itu merupakan sebuah identitas dari supirnya yang bisa menunjukan sebuah kredibilitas jasa pelayanannya. Berangkat dari Cirebon-Cilegon jam 10.45 dengan tarif 50 rb saja murah banget kan ? :c: dan Cilegon-Cirebon sekitar jam 22.00 kalau menjelang libur idul fitri lumayan juga sih naiknya ga tanggung-tanggung 125rb.



SILO ini pelanggannya banyak banget, mungkin karena cepat, nyaman dan murah. Saya sendiri tau dari teman suami yang orangtuanya tinggal di Cirebon, dia bilang kalau ga booking dulu kadang ga kebagian tempat duduk atau dapat tempat duduk paling belakang. Biasanya saya selalu minta duduk di kursi nomer 2 karena kaki bisa selonjoran ke bawah kursi depan jadi ga terlalu pegel.

Supirnya ada dua, pa ato dan pa Rosyid, mereka bertugas bergantian selang satu hari, kedua supir itu kalau bawa kendaraan kaya orang kesetanan dan kayanyan ga pake rem #istilah saya# :g:, dikala macet mereka selalu cari celah buat nyempil-nyempil di kiri atau malah ambil jalur kendaraan dari arah berlawanan. Menurut mereka semakin cepat sampai di Merak semakin bagus karena mereka bisa lebih lama beristirahat untuk kembali lagi ke Cirebon. Setiap supir punya crew masing-masing sebanyak 3 orang, satu untuk tagih tiket, satu didepan, satu dibelakang, dan kalau macet total mereka bertiga turun cari cara dan jalan buat bisnya bisa tetep maju. Kalau buat saya seru banget melihat mereka begitu kompaknya bekerja apalagi saat macet, bisa diklatakan SILO ini bis paling egois kalau dah dijalanan, selalu pengen paling cepat dan ga mau ngalah. Bis ini tidak berhenti ditempat peristirahatan untuk makan kecuali pada bulan puasa, adi pada hari biasa lebih baik bawa perbekalan uyang banyak daripada beli makanan dari tukang asongan yang belum tentu sehat. Istirahat hanya 10 menit ditempat pemeriksaan, jadi satu-satunya kesempatan untuk meluruskan badan dan juga ke toilet hanya ditempat ini.

Dua tahun saya memakai jasanya, mereka sepertinya sudah menganggap saya seperti keluarga besar SILO, disaat bulan puasa mereka selalu mengajak saya duduk satu meja jika saur, saat akan menggunakan fasilitas WC umum di tempat pemeriksaan mereka mempersilahkan saya memakai fasilitas karyawan bis Sahabat yang tentunya WCnya jauh lebih bersih, kalau telat datang ditempat biasa nunggu bis mereka mau menunggu, dan tentunya mereka selalu menyediakan tempat no 2 di bis itu tanpa perlu telpon lagi.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...