Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Monday, July 16, 2012

[Cirebon] Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan didirikan tahun 1529 oleh cicit Sunan Gunung Jati, keraton ini adalah keraton yang paling termegah, terpelihara dan terlengkap  museumnya diantara 4 keraton yang ada di Cirebon. Keraton ini dulunya bernama Istana Pakungwati yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana. Tepatnya berada di Jl. Keraton Kasepuhan No. 43. Untuk masuk ke wilayah keraton ini pengunjung harus membeli tiket Rp 5000,-, jika ingin mengenal lebih dekat tentang sejarah Keraton Kasepuhan  bisa didampingi guide dengan imbalan Rp 20.000,-.  Buka setiap hari tapi jika ingin masuk kedalam bagian keraton biasanya hanya pada hari minggu, hari biasa hanya bisa masuk ke musemnya saja.


Bersama kedua teman saya, rene dan joe, kami mengunjungi tempat ini. Saat tiba di wilayah keraton kita bisa melihat ciri khas dari semua keraton yang ada di Cirebon yaitu dikelilingi oleh pagar berbatu merah, dibangun menghadap utara, mesjid ada disebelah timur, dan didepannya terdapat alun-alun. Dihalaman depan Keraton Kasepuhan terdapat gapura pendopo yang diatasnya dibuat hiasan mega mendung, patung macan sebagai simbol Prabu Siliwangi, dan meriam. Saat memasuki keraton kita diharuskan menanggalkan sepatu atau sandal, hati-hati tertukar seperti yang dialami rene :f:  Ruang yang pertama kita masuki adalah bangsal prabayaksa yang sering digunakan untuk tempat perundingan para raja, dibangsal ini terdapat kursi-kursi ratusan tahun. Masuk lebih dalam kita akan dibawa ke bangsal panembahan, tempat peristirahatan raja, antara bangsal prabayaksa dengan bangsal panembahan dibatasi dengan tembok yang dilapisi emas, tempat istirahat raja ini atau tempat tidurnya dihiasi dengan tirai 9 warna yang merupakan arti walisongo atau sembilan wali tapi kita tidak boleh masuk atau menginjakan kaki di sekitar tempat tidur raja karena tempat ini dianggap sakral bahkan belum pernah direnovasi dari sejak keraton ini berdiri. Pada tangga menuju bangsal panembahan ini terdapat huruf-huruf arab dan tembok-temboknya dihiasi keramik-keramik cina dari dinasti ming. Keluar dari keraton kita bisa menuju museum yang ada disebelah utara dan selatan keraton, di museum sebelah selatan  terdapat berbagai macam peninggalan kerajaan seperti peralatan perang, meriam, kereta kencana, patung prabu siliwangi, dan tandu yang biasa dipakai raja, di museum sebelah selatan terdapat perhiasan, piring-piring, tengkorak buaya putih, dan pernik-pernik yang biasa dipakai pada jaman pemerintahan Sunan Gunung Jati.

Keraton kasepuhan ini merupakan keraton yang paling terawat diantara 4 keraton yang ada di Cirebon, nggak kebayang deh ketiga keraton lainnya seperti apa karena dimata saya keraton kasepuhan itu kurang terawat terutama barang-barang yang ditampilkan di museumnya. Dan yang menggangu pemandangan adalah di bangsal panembahannya, dimana banyak uang-uang receh yang sengaja disebar dianak tangga oleh pengurusnya supaya menarik setiap pengunjung untuk menyisihkan uang kecilnya "kenapa tiket masuknya ngga ditambah aja ya biar dibangsal ini bersih". Tapi buat pengetahuan tentang sejarah Kerajaan Cirebon sih tempat ini sudah mewakili.

dua singa betina didepan dua patung singa simbol Prabu Siliwangi :f:

taman didepan Keraton Kasepuhan
diruang bangsal panembahan temboknya dilapisi ornamen cina
memasuki bangsal prabayaksa dan bangsal panembahan, tiap tembok pemisah ruang ini dilapisi emas

bangsal panermbahan tempat istirahat raja, ditembok tangga ini dihiasi tulisan arab, tempat tidurnya ditutup 9 tirai
beberapa barang yang ada di museum keraton

batik tulis khas cirebon dan alat kesenian ratusan tahun

pagar tembok khas semua keraton yang ada di Cirebon, termasuk dibeberapa kantor pemerintahan




No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...