Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Sunday, May 27, 2012

[Pondasi Kebersihan Individu] Mencukur Bulu Kemaluan

Al-Imam Muslim telah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda,
عَشْرٌ مِنَ الفِطْرَةِ : قَصُّ الشَّارِبِ ، وَإعْفَاءُ اللِّحْيَةِ ، وَالسِّوَاكُ ، وَاسْتِنْشَاقُ المَاءِ ، وَقَصُّ الأظْفَارِ ، وَغَسْلُ البَرَاجِمِ ، وَنَتف الإبْطِ ، وَحَلْقُ العَانَةِ ، وَانْتِقَاصُ المَاءِ . قَالَ الرَّاوِي : وَنَسِيْتُ العَاشِرَةَ إِلاَّ أنْ تَكُونَ المَضمَضَةُ
.
"Sepuluh perkara yang merupakan fithrah: merapikan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung (ketika berwudhu), memotong kuku, membasuh ruas jari-jemari (ketika berwudhu), mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan istinja`(membersihkan kemaluan setelah buang air". Salah seorang rawi hadits ini berkata, “Saya lupa yang kesepuluh, (tapi saya menduga bahwa yang kesepuluh adalah berkumur-kumur ketika berwudhu) (HR. Muslim)

Dari hadits diatas kita tahu ternyata mencukur bulu kemaluan adalah salah satu dari menjaga kebersihan diri, hadits ini hadir tentunya bukan tanpa alasan. Kenapa harus mencukur bulu kemaluan ? menurut ibukitakartini mencukur bulu kemaluan itu mutlak bagi wanita karena akan dapat mempersempit pertumbuhan bakteri pada sekitar kemaluan selain itu banyak juga para pria #suami tentunya# yang menyukai jika bulu kemaluan wanita atau istrinya dicukur  karena terlihat lebih seksi ga kaya hutan rimba hehe selain itu bulu kemaluan yang pendek membuat kulit kemaluan jadi lebih sensitif saat menerima rangsangan dan sentuhan dari suami dan juga mengurangi bau tidak sedap. Dalam sunnahfitrah dijelaskan bahwa bulu kemaluan seorang wanita memiliki dua fungsi yaitu secra biologis dan sosial. Secara biologis, bulu-bulu tersembunyi itu berfungsi melindungi jaringan vulva yang lembut, dan mempertahankan suhu organ reproduksi tetap normal. Secara sosial, bulu kemaluan sering dipandang sebagai simbol kewanitaan yaitu seorang wanita dewasa memiliki bulu kemaluan yang membedakannya dari gadis kecil biasa.

Secara umum pertumbuhan bulu kemaluan akan terhenti setelah 2 bulan, jadi bulu yang sudah panjang tidak akan bertambah panjang walaupun tidak dicukur. Jika pada bulu kemaluan yang panjang tersebut tidak terjaga kebersihannya maka akan menimbulkan pertumbuhan bakteri yang sangat mengganggu. Jadi untuk alasan kesehatan dan kebersihan lebih baik bila dibersihkan secara berkala, tapi akan sangat sulit jika bulu kemaluan kita panjang karena meskipun sudah dibersihkan dengan sabun khusus organ wanita ditakutkan masih ada bakteri membandel yang nempel di setiap helai bulu kemaluan. Maka dari itu lebih baik jika kita mencukurnya. Cara mencukur bulu kemaluan bisa dengan alat cukur, mencabut, menggunting, laser, obat penghilang bulu, wax, atau teknik elektrolisa.  Ga perlu juga harus dicukur polos #meskipun lebih baik emang dicukur habis tanpa menyisakannya# karena selain sakit dan sayang harus ngeluarin uang lebih buat ke salon juga tumbuhnya suka bikin ga nyaman, cukup dengan merapikannya saja sampai pendek #ini tips irit dariku kecuali kalau yang memang duitnya banyak sih mending di wax atau laser atau juga dengan teknik elektrolisa yang sangatlah mahal tapi katanya bulu kemaluan akan hilang secara permanen setelah dilakukan 1 kali perawatan# tapi ingat !!!! dalam Islam kemaluan itu merupakan salah satu aurat yang mesti dijaga dari orang-orang yang bukan muhrimnya jadi dalam mencukur bulu kemaluan hendaknya dilakukan oleh diri sendiri atau oleh suami. 

Menurut Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari istilah dari mencukur bulu kemaluan adalah istihdad yang disebutkan dengan lafadz: حَلْقُ الْعَانَةِ (mencukur ‘anah). Pengertian ‘anah adalah rambut yang tumbuh di atas kemaluan dan sekitarnya. 
Tujuan dari istihdad ini disyariatkan bagi wanita sebagaimana ditunjukkan dalam hadits "Pelan-pelanlah, jangan tergesa-gesa (untuk masuk ke rumah kalian) hingga kalian masuk di waktu malam –yakni waktu Isya’– agar para istri yang ditinggalkan sempat menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut dan sempat beristihdad (mencukur rambut kemaluan)" (HR. Al-Bukhari no. 5245 dan Muslim). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berkata kepada Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma: "Apabila engkau telah masuk ke negerimu (sepulang dari bepergian/safar) maka janganlah engkau masuk menemui istrimu hingga ia sempat beristihdad dan menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut." (HR. Al-Bukhari no. 5246). 
Lebih baik bulu kemaluan tersebut dicukur sampai habis tanpa menyisakannya. Dan dibolehkan mengguntingnya dengan alat gunting, dicabut, atau bisa juga dihilangkan dengan obat perontok rambut, karena yang menjadi tujuan adalah diperolehnya kebersihan. (Tharhut Tatsrib fi Syarhit Taqrib 1/239, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab 1/342, Al-Mughni, kitab Ath-Thaharah, fashl Hukmul Istihdad)
Al-Imam Ahmad rahimahullahu ketika ditanya tentang boleh tidaknya menggunakan gunting untuk menghilangkan rambut kemaluan, beliau menjawab, “Aku berharap hal itu dibolehkan.” Namun ketika ditanya apakah boleh mencabutnya, beliau balik bertanya, “Apakah ada orang yang kuat menanggung sakitnya?” Abu Bakar ibnul ‘Arabi rahimahullahu berkata, “Rambut kemaluan ini merupakan rambut yang lebih utama untuk dihilangkan karena tebal, banyak dan kotoran bisa melekat padanya. Beda halnya dengan rambut ketiak.”
Waktu untuk melakukan istihdad adalah sesuai kebutuhan dengan melihat panjang pendeknya rambut yang ada di kemaluan tersebut. Kalau sudah panjang tentunya harus segera dipotong/dicukur. (Al-Minhaj 3/140, Fathul Bari 10/422, Al-Mughni, kitab Ath-Thaharah, fashl Hukmul Istihdad). 
Adapun rambut yang tumbuh di sekitar dubur, terjadi perselisihan pendapat tentang boleh tidaknya mencukurnya. Ibnul ‘Arabi rahimahullahu mengatakan bahwa tidak disyariatkan mencukurnya, demikian pula yang dikatakan Al-Fakihi dalam Syarhul ‘Umdah. Namun tidak ada dalil yang menjadi sandaran bagi mereka yang melarang mencukur rambut yang tumbuh di dubur ini. Adapun Abu Syamah berpendapat, “Disunnahkan menghilangkan rambut dari qubul dan dubur. Bahkan menghilangkan rambut dari dubur lebih utama karena dikhawatirkan di rambut tersebut ada sesuatu dari kotoran yang menempel, sehingga tidak dapat dihilangkan oleh orang yang beristinja (cebok) kecuali dengan air dan tidak dapat dihilangkan dengan istijmar (bersuci dari najis dengan menggunakan batu).” 

Meskipun diatas yang dibahas lebih banyak tentang manfaat mencukur bulu kemaluan bagi wanita, bukan berarti pria boleh memanjangkan bulu kemaluannya karena dalam Tharhut Tatsrib fi Syarhit Taqrib 1/239, jumhur ulama menyatakan yang dicukur adalah rambut yang tumbuh di sekitar zakar laki-laki dan kemaluan wanita. Jadi laki-laki juga harus loh cukur bulu kemaluan demi kesehatan dan kebersihan. 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...