Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Tuesday, June 12, 2012

Misteri Keindahan Danau Kawah Putih

Bandung adalah kota kelahiranku, terkenal dengan kulinernya yang ma'nyos dan juga factory outletnya, semua makanan maupun mode teranyar pastinya ada di Bandung. Tempat makan dan mall banyak berjejer di kota ini, kalau weekend pasti deh muacetnya minta ampyuuunn dah. Kalau dah pulang ke kota ini jadi malas buat berkunjung ke rumah-rumah saudara atau teman-teman karena macetnya bikin esmosi jiwa. Tapi kalau kita sedikit melipir ke arah selatan #meskipun tetep masih ketemu macet didaerah-daerah tertentu# ada banyak tempat yang bisa membuat kita melupakan keruwetan jalan raya di Bandung. 

Di wilayah Bandung Selatan Jawa Barat terdapat sebuah gunung  dengan ketinggian 2.386 m dpl yaitu Gunung Patuha, pada abad X dan XII gunung ini meletus dan menghasilkan dua buah kawah yaitu Kawah Saat yang berada di puncak Gunung Patuha sebelah barat dan Kawah Putih yang terletak di bawahnya Kawah Saat. Dari kedua kawah tersebut yang lebih banyak dikenal dan dikunjungi adalah Kawah Putih. 




Kawah Putih ini menjadi tempat wisata favorit di Ciwidey yang memiliki daya tarik selain udaranya yang dingin sejuk karena berada di ketinggian 2.343 m dpl #di musim tertentu udaranya bisa mencapai 0 - 2 derajat# juga memiliki keindahan pemandangan yang luar biasa, warna danaunya bisa berganti warna  dengan diselimuti kabut yang cukup tebal #berasa berjalan di awan# bila cuaca terang berwarna hijau tosca terkadang putih susu.  




Dahulu masyarakat sekitar menganggap kawasan Gunung Patuha itu adalah tempat angker karena burung-burungpun tidak ada yang melintas sekitar wilayah gunung tersebut. Pada tahun 1837 seorang peneliti Belanda Dr. Franz Wilhelm Junghuhn melakukan penelitian di kawasan Gunung Patuha, saat dia menembus wilayah hutan belantara ditemukan sebuah kawah yang dari dalam danaunya keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dengan bau yang sangat menusuk hidung. Dari situlah terungkap kenapa burung-burung tidak ada yang berani terbang di wilayah tersebut karena kandungan belerangnya sangat tinggi. Kawah ini memiliki kadar keasaman belerang tertinggi di dunia oleh sebab itu dulu pemerintah kolonial Belanda pernah membangun pabrik belerang di tempat ini yaitu Zwavel Ontgining Kawah Putih kemudian pada jaman Jepang diganti dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey. Tahun 1987 PT. Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten membuka kawasan Kawah Putih menjadi tempat wisata. Untuk mencapai kawah ini harus melalui jalan kecil menanjak terjal dan berliku, hati-hati pada tikungan tajam dan tinggi, untuk kendaraan pribadi bisa masuk sampai ke puncak kawah tapi bagi yang datang rombongan menggunakan bis untuk mencapai puncaknya disediakan kendaraan. 

Saya sendiri sudah beberapa kali mengunjungi tempat ini karena memang tidak pernah membosankan apalagi saat dalam perjalanan seringkali menebak warna yang akan diperlihatkan kawah ini. 

pohon kering ini pelengkap keindahan Kawah Putih


Tahun 1998, saya bersama teman-teman kuliah, saat itu salah satu dari temanku berulang tahun dan untuk merayakannya kami pergi ke kawah putih dengan menggunakan mobil merahku. Hari itu adalah pertama kalinya saya membawa mobil ke tempat yang menanjak, dan pastinya mereka tidak tahu kalau supirnya tidak berpengalaman. Kejadian yang tidak bisa dilupakan adalah pada saat ditikungan tajam dan menanjak saya telat memindahkan persneling mobil, walhasil itu mobil ga kuat maju dan mundur lagi. Kucuba sekali lagi tetep ga kuat, akhirnya kusuruh mereka semua turun dulu karena saya pikir kalau bebannya berkurang mungkin bisa naik, dengan gigi 1 walaupun mobil berjalan kaya kura-kura akhirnya bisa sampai diatas, sedangkan mereka berjalan dari bawah #kasian tapi pengen ketawa# sesampainya mereka diatas kami semua mentertawai kebodohanku itu bahkan sampai saat ini jika kami bertemu.

bersama teman-teman kuliah, waktu itu airnya berwarna putih susu


Tahun 2002, bersama dengan rombongan Annas menggunakan bis kecil untuk mengisi acara liburan adik-adik asuh kami. Bis tidak boleh naik ke atas, jadi kami menggunakan mobil kecil yang kanan kirinya terbuka #ga tau istilahnya apa#, ternyata lebih asik daripada memakai kendaraan pribadi karena berasa menyatu dengan alamnya #lebay#, anginnya lebih terasa dan mata kita tidak terhalang saat menikmati pemandangan sekitarnya.


Tahun 2008, acara outing bersama teman-teman kantor, senang rasanya membawa mereka dari Cirebon melihat keindahan kawah putih. Buat orang yang terbiasa dengan cuaca panas, saat berkunjung ke tempat ini mereka ga bisa bertahan lebih lama karena merasa kedinginan dan pastinya selalu bolak balik kamar kecil hehe



Tahun 2010, sebelum bulan Ramadhan datang, saya bersama sahabat gelomers #personil tidak komplit# berniat menghabiskan waktu bersama ke kawah Putih, meskipun mereka lahir, besar dan menetap di Bandung ternyata belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ditempat ini #maenannya mall terus sih#. Ada yang berbeda sejak terakhir saya berkunjung, tiket masuknya mahal banget terutama jika kami membawa mobil ke atas, Rp 150.000,- untuk kendaraan roda empat dan RP 25.000,- per orang. Tapi itu tidak menghalangi niat kami toh biayanya dibagi empat jadi masih berasa murahlah. Karena kenarsisan kami yang melebihi batas, ngga ada tuh yang mau gantian mengambil foto semuanya pengen masuk, akhirnya dengan mengeluarkan Rp 20.000,- kami sewa tukang foto keliling yang tidak sibuk untuk mengabadikan kenarsisan kami.



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...