Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Friday, January 20, 2012

Sejarah Muara Angke

Akhir dari perjalanan kami ke Pulau Seribu adalah di Muara Angke yaitu sebuah pelabuhan kapal ikan di Jakarta Utara, selain sebagai tempat berlabuhnya kapal nelayan, muara angke juga memiliki tempat pelelangan ikan dan juga tersedia tempat makan segala macam hasil tangkapan laut, dan katanya harganya terjangkau. Tapi kali ini juga kita ga meenyempatkan diri untuk menikmati hidangan seafood ala Muara Angke, hanya lewat aja tapi ga ada salahnya kan kita mengenal lebih jauh tempat yang kita pernah kunjungi.


Muara Angke (Wikipedia) merupakan wilayah hilir dan teluk dari sungai Kali Angke. Sejarah nama Angke sendiri ada beberapa pendapat. Ada yang berpendapat bahwa nama Angke diambil dari nama seorang panglima perang Kerajaan Banten yaitu Tubagus Angke yang pada awal abad ke 16 mengirim pasukannya untuk membantu Kerajaan Demak yang sedang bertempur melawan Portugis di Sunda Kelapa, kemudian tempat yang terletak di ujung sungai Angke ini di sebuat Muara Angke. Ada juga yang berpendapat bahwa Angke berasal dari bahasa Hokkian yaitu Ang berati merah Ke berarti sungai, pada tahun 1740 Belanda membantai 10.000 orang tionghoa yang membuat air sungai menjadi merah karena tercampur darah. Ada juga yang mengatakan bahwa angke itu berasal dari bahasa sanskerta yang berarti kali yang dalam.

Muara Angke ini selain sebagai tempat pasar ikan, pendaratan dan pelelangan ikan, juga terdapat suaka margasatwa Muara Angke yaitu kawasan hutan bakau seluas 25,02 ha yang dihuni sekitar 90 spesies burung #sayang ga mengexplore lebih jauh waktu disana#, daerah ini merupakan bagian dari hutan bakau yang tersisa di Jakarta.


salah satu hasil tangkapan nelayan yang banyak dijual di Muara angke


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...