Translate

My photo
sudah pasti isinya bukan kumpulan informasi dan tips, hanya berbagi cerita saja jika bermanfaat alhamdulilah jika menyinggung mohon maaf

Thursday, August 09, 2012

[ Belitung ] Kecantikan Pantai Tanjung Tinggi


Pantai Tanjung Tinggi merupakan pantai berupa teluk yang diapit oleh dua semenanjung,  banyak bertebaran batu-batu granit berukuran besar  yang berdiri diatas pasir putih dengan air lautnya yang jernih.  Daya tarik dari pantai ini adalah batu granitnya, batu-batu  tersebut saling bertumpuk dan ada juga membentuk seperti sebuah gua. Seperti di Pulau Lengkuas kita juga bisa menaiki setiap batu-batu tersebut #kalau berani, karena batunya lebih besar dan tinggi# dan pastinya akan mendapatkan pemandangan yang luar biasa.

Seperti sebuah lukisan @pantai Tanjung Tinggi Belitung


Dipantai ini ombaknya tidak besar jadi seperti main air di sungai atau danau atau bisa juga dikatakan kolam alam, air lautnya sangat jernih, kita bisa lompat dari atas batu ke laut, tapi hati-hati ada binatang seperti bulu babi yang jika terinjak akan membuat kaki kita terluka

Seperti berenang di kolam karena ombaknya kecil dan terhalang batu


Disepanjang pantai banyak di jumpai warung-warung nasi yang menyediakan menu seafood, menunya sih standar seperti ikan bakar atau ikan bumbu seperti saos tiram, asam manis dll. Kalau rasa sih kayanya lebih enak masakan sea food Cirebon hehe tapi lumayanlah buat pengisi energi setelah cape bermain di laut. 

menu makan sore di warung sekitar wilayah pantai Tanjung Tinggi






Karena kecelakaan kecil yang terjadi pada saat sedang berenang, sore itu kami hanya sebentar saja menikmati dan bernarsis di tempat ini, tidak bisa maksimal juga lihat sunsetnya. Ada sedikit perasaan kecewa atas apa yang dialami, satu sisi kasian liat keponakanku kesakitan akibat tertusuk bulu babi tapi satu sisi pengen rasanya aq ninggalin dia karena kan masih bisa ditemani yang lainnya, sayang sekali kalau hari sudah mulai gelap ga akan bisa dapat foto bagus tapi ga tegaaaaa jadi aq tunggu sampai dia sudah mulai tenang baru aq tinggal sebentar mengejar sunset. Saat saya kembali ternyata matahari sudah hampir hilang hmmm ya sudahlah memang bukan rejekiku menikmati sunset lebih lama di pantai ini tapi setidaknya masih bisa melihatnya sedikit.

ini sunset yang terbaik yang kudapat di pantai Tanjung Tinggi

Tidak lama kemudian ari dan ponakanku yang paling besar menyusul, masih sempat untuk bernarsis sebelum matahari benar-benar menghilang. Hari juga sudah mulai gelap tapi kami masih enggan meninggalkan tempat indah ini, akhirnya mencoba untuk masuk ke dalam lubang-lubang diantara batu-batu besar itu. Awalnya sih asik-asik aja tapi semakin ke dalam ko semakin merinding bulu kudukku.

masih ada kesempatan untuk mengucapkan sampai jumpa pada matahariku

saat masuk ke lorong diantara batu besar, didalamnya terdapat lagi batu-batu granit yang kecil maupuan yang besar, bulu kuduk mulai berdiri saat berfoto di sini samapi hasil jepretannya pun jelek begini



Masih merasa kurang puas akhirnya pagi harinya merayu ka lisa untuk kembali ke tempat semula, sayangnya dia ga mau bawa kita ke tempat yang sama karena terlalu jauh. Sebenernya jika melihat garis pantai kayaknya ga jauh-jauh amat dari tempat sebelumnya, karena kami ada di balik batu yang kami ambil waktu sore hari #bisa dilihat difoto paling atas#, tapi jika melalui jalan raya ya emang muter. Mau nerobos masuk ke batu itu rasanya ga terlalu berani juga, agak serem masuk diantara lubang-lubang batunya.

Dan memang mungkin tempat ini kurang mendukung kenarsisan kami, pagi hari malah hujan turun, tapi ga menurunkan semangat buat menikmati pantai ini, maju terus pantang mundur walau badai menghadang kan qt hadapi #lebay, wong cuma hujan gerimis ko#
 
masih belum puas menikmati pantai Tanjung Tinggi, di pagi hari kami kembali lagi padahal jarak antara hotel dengan pantai cukup jauh
Pantai Tanjung Tinggi adalah sebuah akhir dari perjalan kami di Belitung, tidak ada penyesalan #ignore masalah kecelakaan kecil# yang ada malah ingin kembali lagi. Kalau menurut temenku sih perjalanan saya ke Belitung ini adalah perjalanan Backpackere karena lebih banyak gratisnya daripada membayar #thanks to ka Lisa# jadi jika ditanya berapa kira-kira biaya berlibur disana saya ga bisa jawab kecuali harga tiket, harga kamar hotel dan ongkos elp. Rejeki terbesarku...

Sampai saat ini masih saja teringat di memoriku batu-batu granit besar itu, Allah mungkin menurunkan batu-batu itu berserakan tapi sungguh indah, Subhanalloh...hanya saja tangan-tangan perusak bumi ini yang membuat batu-batu indah itu menjadi kotor, banyak sekali coretan-coretan yang mungkin menurut mereka itu keren tapi bagi saya hanya membuat sedih. Malah ada tuh sinetron Indonesia judulnya jatuh cinta di Bangka kalau ga salah, malah mengajarkan penontonnya untuk merusak alam, dengan cara menulis I LOVE YOU di batu granit itu. Saya bukan pecinta alam tapi hanya sebagai penikmat alam, sebagai penikmat jadinya ada rasa pahit terasa jika melihat alam sekitar kita yang masih bagus tercemar oleh tangan kotor dan sampah. Mudah-mudahan generasi penerus bangsa ini bisa lebih baik lagi dalam memperlakukan alamnya. Indonesia itu indah temans....

 back

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...